Pertamina Patra Niaga Kalimantan raih 10 Penghargaan ISRA 2026

Banjarmasin (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meraih 10 penghargaan Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang memperkuat pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesetaraan, dan konservasi berbasis potensi lokal.

Capaian tersebut diraih sejumlah unit operasi Pertamina Patra Niaga di Kalimantan, dengan program yang dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan karakteristik lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan penghargaan tersebut menjadi gambaran dari upaya perusahaan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memastikan program TJSL memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Edi.

Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor meraih Gold kategori Biodiversity Conservation melalui program Konservasi Rusa Sambar dan Tanaman Endemik Kalimantan serta Silver kategori Education melalui program Eco Green School.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga berdayakan perempuan di 49 lokasi tanah air

Baca juga: Pertamina Patra Niaga pulihkan lahan bekas tambang di Palembang

Sementara itu, AFT Supadio meraih Gold kategori Gender Equality & Social Inclusion melalui program Aku Tangkas dan Silver kategori Economic Empowerment melalui program Pelita Patra Bahari. Fuel Terminal Samarinda memperoleh Silver kategori Education melalui program Pendikresa.

Pada kategori Economic Empowerment, Integrated Terminal (IT) Balikpapan dan IT Pontianak masing-masing meraih Gold melalui program Kawan Patra dan Kampung Gambut Siantan Hilir.

Adapun penghargaan Bronze diraih AFT Sepinggan melalui program Taliwara, IT Banjarmasin melalui Pasar Teras Bersama, serta Fuel Terminal Tarakan melalui Kampung LESTARI.

Beragam program tersebut menunjukkan pendekatan TJSL yang disesuaikan dengan potensi sosial, ekonomi, dan lingkungan di masing-masing wilayah.

“Setiap program dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan perubahan,” kata Edi.

Edi mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan akan memperkuat kolaborasi dan inovasi agar manfaat program TJSL tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi terus berkembang, mendorong kemandirian masyarakat, serta dapat direplikasi di wilayah lainnya.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar dampak positif dari program-program ini semakin luas, mampu mendorong kemandirian masyarakat, serta dapat dikembangkan maupun direplikasi sesuai kebutuhan di wilayah lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Program TJSL kesehatan jangkau 3.097 penerima

Baca juga: Pertamina Kalimantan salurkan bantuan banjir di Desa Pesayangan

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.