Pertamina Patra Niaga Sumbagsel: 13 SPBU penyalur biosolar di Palembang beroperasi 24 jam
Sabtu, 18 Juli 2026 09:28 WIB
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). ANTARA/HO/Pertamina
Palembang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyatakan sebanyak 13 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) penyalur biosolar di Kota Palembang dan sekitarnya kini beroperasi selama 24 jam, untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan memperlancar distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Sumsel terkait optimalisasi pelayanan dan kelancaran distribusi BBM.
Ia menjelaskan 13 SPBU yang kini beroperasi selama 24 jam, yaitu SPBU 24.301.08 Lemabang, SPBU 24.301.12 Sekojo, SPBU 24.301.161 CGC, SPBU 24.301.98 Sukarno Hatta, SPBU 24.301.96 Sukarno Hatta, SPBU 24.301.18 Poligon, SPBU 24.301.108 Km 12, SPBU 24.302.164 Musi II, SPBU 24.302.123 Citraland, SPBU 24.302.23 Karya Jaya, SPBU 24.301.147 Simpang Bandara, SPBU 23.301.34 Nurdin Panji, dan SPBU 23.301.29 Asrama Haji.
Selain itu, 8 SPBU menerapkan penyesuaian operasional pada pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, yaitu SPBU 24.301.05 Simpang BLK, SPBU 24.301.163 Kenten Permai, SPBU 24.301.16 Sukamto, SPBU 24.301.19 Kertapati, SPBU 24.301.20 Satu Ulu, SPBU 24.302.126 Tujuh Ulu, SPBU 24.301.111 Puntikayu, dan SPBU 24.302.129 OPI (Banyuasin).
"Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh pemangku kepentingan, kami terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan agar penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," katanya.
Penyesuaian operasional tersebut dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan, meningkatkan akses pelayanan masyarakat, sekaligus menjaga kelancaran distribusi biosolar di wilayah Sumsel.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi distribusi BBM, khususnya biosolar, mulai berangsur membaik. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU juga mulai berkurang seiring optimalisasi penyaluran, pengaturan operasional SPBU, serta penguatan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi.
Selain memastikan stok BBM tetap aman di seluruh terminal BBM dan SPBU, Pertamina juga terus memantau pola konsumsi masyarakat, mengoptimalkan suplai ke SPBU dengan kebutuhan tinggi, serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, BPH Migas, dan Hiswana Migas.
Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan memanfaatkan BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi, juga diminta melaporkannya kepada aparat setempat atau melalui Pertamina Contact Center 135, agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026