Perundingan Gaza tidak bahas penyerahan senjata Hamas

Ankara (ANTARA) - Perihal penyerahan senjata oleh kelompok perjuangan Palestina Hamas tidak dibahas dalam perundingan Gaza baru-baru ini, dan jika ada penyimpanan senjata berat seharusnya ditangani komisi nasional Palestina, kata tokoh senior Hamas Ghazi Hamad.

"Kami tidak membahas penyerahan senjata selama perundingan itu. Tidak ada tahapan seperti itu. Yang kami bicarakan adalah penyimpanan senjata di lokasi tertentu, dan hal itu harus disimpan komisi nasional Palestina, bukan pihak asing," kata Hamad dalam wawancara dengan surat kabar Turki, Aydinlik, pada Jumat.

Masalah persenjataan ini berkaitan dengan implementasi tahap pertama kesepakatan, yakni dimulainya tugas komisi nasional Palestina di Jalur Gaza, dan penetapan tugas pasukan internasional yang mungkin akan masuk ke Jalur Gaza, katanya.

Menurut Hamad, penyelesaian masalah senjata juga dikaitkan dengan penghentian aktivitas kelompok bersenjata dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Setelah persyaratan itu terpenuhi, perundingan baru tentang waktu, daftar, dan prosedur tindakan lebih lanjut terkait senjata berat harus dimulai.

Hamad menambahkan bahwa selama enam bulan terakhir telah dilakukan perundingan secara intensif, yang beberapa kali nyaris kandas, dan baru-baru ini kesepakatan mengenai peta jalan berhasil dicapai dengan keterlibatan para mediator dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan Israel belum memberikan tanggapan positif terhadap peta jalan tersebut dan terus melakukan operasi militer di Gaza.

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza melalui mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki, yang kemudian difinalisasi dalam KTT Sharm El-Sheikh pada 13 Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut antara lain mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina, peningkatan bantuan kemanusiaan, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut masih belum sepenuhnya rampung.

Para pihak masih berselisih mengenai urutan langkah selanjutnya. Israel menuntut Hamas dilucuti terlebih dahulu sebelum penarikan pasukan lebih lanjut, sedangkan kelompok pejuang Palestina itu bersikeras bahwa serangan Israel harus dihentikan terlebih dahulu, pasukan ditarik, dan bantuan kemanusiaan dipenuhi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Mladenov: Runtuhnya gencatan senjata bisa picu eskalasi Jalur Gaza

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.