Pesanan Ayam Goreng Membludak, Pegawai Baru Ini Ambruk dan Kejang!

Jakarta -

Pesanan ayam goreng yang membludak membuat seorang pegawai kewalahan. Ia menangis sambil terus bekerja, sebelum akhirnya ambruk dan mengalami kejang.

Sebuah restoran ayam goreng di Shenzhen, Guangdong, China, mendadak kebanjiran pesanan hingga membuat seorang pegawainya kewalahan.

Saking banyaknya pesanan yang harus diselesaikan seorang diri, pegawai tersebut menangis sambil tetap bekerja sebelum akhirnya ambruk dan mengalami kejang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Oriental Daily (12/8), peristiwa itu terjadi di sebuah gerai jaringan ayam goreng bernama Bu Ke Zha Ji di Guangdong.

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan menarik perhatian netizen.

Pegawai ayam goreng kewalahan sampai kejangPegawai ayam goreng kewalahan sampai kejang Foto: Oriental Daily

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pegawai pria sedang bekerja sendirian di gerai tersebut. Ia harus menghadapi pesanan makanan untuk layanan pesan antar yang terus berdatangan.

Di tengah tekanan pekerjaan, pegawai itu terlihat sangat cemas hingga menangis, tetapi tetap berusaha menyelesaikan pesanan yang menumpuk.

Sejumlah kurir yang berada di lokasi kemudian menyadari kondisi pegawai tersebut. Mereka tidak lagi mendesaknya untuk segera menyelesaikan pesanan, tetapi justru berusaha menenangkan dan memberikan dukungan.

Namun, kondisi pegawai tersebut semakin memburuk. Ia kemudian jatuh ke lantai dan mengalami kejang.

Seorang pegawai perempuan yang datang ke lokasi langsung menghampirinya dan berusaha menenangkan hingga kondisinya kembali terkendali.

9 Ayam Goreng Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas, Indonesia Ada di Atas!Ilustrasi ayam goreng. Foto: Taste Atlas

Pihak toko memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut pada 11 Agustus. Menurut mereka, pegawai yang mengalami kejadian tersebut merupakan karyawan baru.

Seharusnya, gerai itu dijaga oleh dua orang dalam satu shift, tetapi rekan kerjanya kebetulan izin tidak masuk pada hari tersebut.

Situasi menjadi semakin berat karena jumlah pesanan tiba-tiba melonjak. Pegawai tersebut sebenarnya sudah meminta bantuan kepada manajer toko karena tidak mampu menangani pesanan seorang diri.

Namun, banyaknya pesanan membuat tekanan yang dirasakannya semakin besar hingga akhirnya mengalami gangguan fisik.

Pihak toko menyebut kondisi pegawai tersebut tidak mengalami masalah serius setelah kejadian. Mereka juga telah mengirimkan orang untuk menangani situasi sekaligus memberikan pendampingan kepada pegawai tersebut.

Sementara itu, Federasi Serikat Pekerja Distrik Longhua turut mendatangi lokasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Dari hasil penelusuran, pegawai tersebut diketahui mengalami hiperventilasi akibat tekanan dan kepanikan. Kondisi itu kemudian menyebabkan alkalosis respiratorik atau keracunan alkalosis pernapasan.

Setelah mendapatkan penanganan dan beristirahat, kondisi pegawai tersebut berangsur normal. Ia kemudian memilih mencari pekerjaan lain dan tidak lagi bekerja di gerai ayam goreng tersebut.

Pihak toko juga memastikan seluruh gajinya telah dibayarkan. Kejadian ini pun menuai simpati dari netizen.

Banyak yang menyoroti beratnya beban kerja ketika seorang pegawai harus menangani lonjakan pesanan sendirian terlebih ketika jumlah pesanan meningkat secara tiba-tiba dan bantuan dari rekan kerja tidak tersedia.

"Sering banget pegawainya cuma satu, dan mereka harus merangkap jadi kasir, nyiapin pesenan, belum lagi kerjaan lain, kasihan lah," tulis netizen.

"Kasihan banget dia kewalahan sendirian, paling ga kasih pegawai pengganti lah kalau yang satu sakit," tulis netizen lainnya.

(raf/adr)