Petugas terus berjibaku padamkan karhutla di Palangka Raya

Petugas terus berjibaku padamkan karhutla di Palangka Raya

Sabtu, 22 Agustus 2026 15:01 WIB

Image Print

Dokumentasi. Foto udara kebakaran lahan yang mendekati permukikan di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi.)

Palangka Raya (ANTARA) - Petugas pemadam kebakaran di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah setempat di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

"Upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah api meluas, terutama pada titik kebakaran yang berada di sekitar permukiman warga dan kawasan yang sulit mendapatkan sumber air," kata Plt Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi di Palangka Raya, Sabtu.

Dia menerangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya selama periode 1 Juni hingga 21 Agustus 2026 mencatat sebanyak 306 kejadian kebakaran lahan dengan total luas lahan terbakar mencapai 264,79 hektare.

Kejadian karhutla tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya.

Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jekan Raya mencatat 204 kejadian karhutla, kemudian Kecamatan Sebangau sebanyak 69 kejadian, Pahandut 25 kejadian dan Bukit Batu delapan kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit belum tercatat mengalami kejadian karhutla.

Saat ini Pemkot Palangka Raya juga telah memperpanjang status tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan (karhurla) selama 29 hari, sebelumnya berakhir pada 10 Agustus kini menjadi 8 September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Muhammad Heri Pauzi menambahkan, tingginya kejadian karhutla membuat petugas harus meningkatkan intensitas penanganan di lapangan, terutama pada lokasi yang berpotensi membahayakan permukiman masyarakat.

Baca juga: Prabowo turun langsung ke Kalbar, pimpin rapat penanganan karhutla

Petugas pemadam bersama unsur terkait melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Kondisi lahan yang kering serta terbatasnya sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Pada sejumlah lokasi, petugas harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan sumber air yang dapat digunakan dalam proses pemadaman.

BPBD bersama petugas pemadam dan relawan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang rawan terjadi karhutla sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas.

Heri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.