PGE siapkan pasokan listrik baseload untuk Green Data Center

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyiapkan panas bumi sebagai sumber listrik baseload energi baru terbarukan (EBT) untuk menopang pertumbuhan pusat data (data center) dan ekosistem akal imitasi (AI) di Indonesia.

“Pusat data membutuhkan listrik yang andal dan hijau sekaligus. Panas bumi adalah energi domestik yang bersih dan mampu beroperasi sebagai baseload sepanjang waktu, sehingga sangat cocok menjadi tulang punggung green data center di Indonesia,” ujar Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia tengah memasuki era transformasi digital dengan meningkatnya kebutuhan akan data center.

Perkembangan ini didukung oleh 235,26 juta pengguna internet dan 185 fasilitas yang diperkirakan terus bertambah hingga 2029-2030.

Ahmad Yani menjelaskan, kebutuhan pusat data dan AI factory memiliki karakter yang sangat spesifik, yakni pasokan listrik harus stabil, tersedia 24 jam, sekaligus bersih. Karakter tersebut sulit dipenuhi sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten.

Baca juga: PLN pasok listrik pusat data 2x725 MVA untuk Digital Edge

Baca juga: PLN siap suplai listrik untuk dukung industri 'data center' nasional

Ia mengatakan, PGE telah memulai langkah konkret melalui kajian pengembangan elektrifikasi green data center dengan energi panas bumi di Area Kamojang, Jawa Barat.

Proyek tersebut dirancang sebagai pilot project dan proof of concept untuk memvalidasi model bisnis, menjajaki kebutuhan calon pengguna, serta menyiapkan pasar.

Guna mendorong optimalisasi pengembangan data center berbasis EBT, tutur dia, khususnya panas bumi, terdapat beberapa langkah kunci yang perlu dukungan penuh.

Pertama, menyempurnakan regulasi tarif agar lebih kompetitif, transparan, dan predictable; kemudian, memperluas pemanfaatan insentif fiskal dan green financing.

“Ketiga, memperkuat sinkronisasi WKP, RUPTL, jaringan, PPA, dan target COD. Keempat, diperlukan penyesuaian strategi dengan kebijakan pemerintah dalam blueprint pengembangan data center sekaligus panas bumi nasional,” ujar Ahmad Yani.

Baca juga: Google investasi pada pembangkit listrik tenaga gas untuk pusat data

Baca juga: Dyah Roro Esti dorong energi ramah lingkungan untuk listrik pusat data

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.