PKB Jabar Dorong Literasi Politik Melalui Keteladanan Pemimpin NU |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat bersama National Leadership Academy (NLA) akan menggelar Lecture Series bertajuk Menelusuri Jejak Keteladanan Pemimpin NU dari Masa ke Masa.

Forum akademik ini menjadi ruang untuk mengkaji kembali pemikiran, kepemimpinan, dan warisan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

Seri perdana mengangkat tema Menggali Jejak Keteladanan KH Idham Chalid. Tokoh nasional ini dikenal sebagai ulama sekaligus negarawan yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman, demokrasi, dan kebangsaan dalam perjalanan pengabdiannya kepada negara.

Kegiatan yang akan berlangsung di Creative Hall DPW PKB Jawa Barat, Bandung, Sabtu (1/8/2026), menghadirkan tiga narasumber, yakni Associate Professor dan Senior Fellow Department of Political and Social Change Australian National University (ANU), Prof Greg Fealy, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Prof Burhanuddin Muhtadi, serta penulis dan pengamat sejarah Islam Indonesia Iip D Yahya.

Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tradisi politik yang berpijak pada ilmu pengetahuan, sejarah, dan keteladanan para pemimpin bangsa.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, ujar dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang refleksi untuk belajar dari para pemimpin yang telah teruji sejarah.

‘’KH Idham Chalid menunjukkan politik dapat dijalankan dengan integritas, kesederhanaan, moderasi, dan komitmen yang kuat terhadap persatuan bangsa. Nilai-nilai inilah yang ingin kami hadirkan kembali melalui Lecture Series ini," kata Huda dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Menurut Huda, bangsa yang besar tidak cukup hanya mengenang para tokohnya, tetapi juga perlu memahami cara mereka berpikir, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Ia menilai keteladanan KH Idham Chalid tetap relevan untuk dipelajari di tengah dinamika politik Indonesia saat ini. Sosok tersebut dinilai mampu menjaga komitmen terhadap demokrasi, konstitusi, dan persatuan nasional dalam berbagai fase perjalanan bangsa.

Melalui perspektif sejarah, politik, dan pemikiran Islam, para pembicara akan membahas nilai-nilai kepemimpinan KH Idham Chalid yang dinilai dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya pemimpin Indonesia yang inklusif, moderat, berintegritas, serta berorientasi pada kemaslahatan publik.

Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat budaya literasi politik dengan mempertemukan akademisi, santri, mahasiswa, peneliti, tokoh masyarakat, hingga generasi muda dalam ruang dialog yang ilmiah dan terbuka.

PKB Jawa Barat menyatakan Lecture Series tersebut akan berlanjut dengan mengangkat tokoh-tokoh penting NU lainnya yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa dan penguatan demokrasi di Indonesia.