PkM UNP beri penguatan mitigasi banjir di Nagari Ulakan melalui rapid mapping dan sistem informasi geospasial

Parit Malintang (ANTARA) - Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, pada 19 September 2026.


Kegiatan yang dipimpin Dr. Widya Prarikeslan, M.Si. ini melibatkan sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat nagari dan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Nagari Ulakan. Kegiatan dibuka oleh Kepala Departemen Geografi UNP, Dr. Febriandi, M.Si., dan turut dihadiri Wali Nagari Ulakan, Ade Chandra, S.T.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan dan mitigasi banjir dari Dr. Helfia Edial, M.T. dan Dr. Triyatno, M.Si. Materi diarahkan pada bagaimana masyarakat dan pemerintah nagari dapat mengenali risiko banjir, mengelola informasi bencana, serta mengambil keputusan dengan menggunakan data.


Nagari Ulakan merupakan salah satu wilayah yang menghadapi ancaman banjir secara berulang. Berdasarkan data dalam program pengabdian, banjir rata-rata terjadi sekitar dua kali dalam setahun dan lebih sering terjadi pada periode September hingga Desember. Pada kejadian banjir tahun 2025, tercatat sekitar 1.050 orang terdampak, 510 rumah terendam, empat fasilitas umum terdampak, serta terganggunya akses jalan Ulakan–Pauh Kamba.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan data yang cepat dan akurat ketika terjadi bencana. Selama ini, pendataan dampak banjir masih menghadapi sejumlah kendala, seperti data ganda dan perbedaan informasi dari berbagai sumber. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi pemetaan untuk mendukung penanganan banjir.


Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah rapid mapping, yaitu pemetaan kondisi wilayah secara cepat menggunakan teknologi drone dan survei lapangan. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membangun basis data spasial dan WebGIS sehingga informasi mengenai wilayah terdampak dapat lebih mudah digunakan oleh pemerintah nagari dan masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan Peta Muara Batang Ulakan kepada pemerintah nagari. Peta ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam memahami kondisi wilayah dan mendukung pengambilan keputusan dalam upaya mitigasi banjir. Selain teknologi, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.


FPRB Nagari Ulakan didorong untuk memiliki kemampuan dalam melakukan pendataan, verifikasi informasi, serta menggunakan data spasial dalam menghadapi kejadian banjir. Program ini juga diarahkan pada penyusunan prosedur pendataan dan pengelolaan informasi agar data bencana dapat digunakan secara lebih terintegrasi.


Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.


Penguatan kapasitas masyarakat dan pemanfaatan data kebencanaan menjadi bagian dari upaya membangun nagari yang lebih siap menghadapi risiko bencana. Melalui kegiatan ini, Geografi UNP bersama Pemerintah Nagari Ulakan dan FPRB diharapkan dapat terus membangun sistem informasi kebencanaan yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


Dengan dukungan data yang lebih baik, penanganan banjir di tingkat nagari diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.*

Dalam Pengabdian Masyarakat UNP, masyarakat dan pemerintah nagari diarahkan untuk dapat mengenali risiko banjir, mengelola informasi bencana, serta mengambil keputusan dengan menggunakan data. (ANTARA/ist)