Sebelumnya, empat sektor pemanfaatan utama dari pengembangan ekosistem energi hidrogen nasuonal. Hal itu tertuang dalam Peta Jalan Nasional Hidrogen dan Amonia.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, dikutip dari Antara, Selasa, (21/7/2026).
“Di sini kami juga sedang mengembangkan fase pemanfaatan bagi beberapa sektor, termasuk industri, sektor transportasi, pembangkit listrik, dan komoditas ekspor,” ujar Eniya.
Eniya menuturkan, peta jalan tersebut mengatur sistem implementasi ekosistem pengembangan hidrogen dan amonia di Indonesia guna mencapai tujuan jangka panjang.
Rencana aksi merinci langkah-langkah konkret dengan target dan tonggak yang terukur; serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan implementasi yang efektif dan pencapaian target yang telah ditetapkan.
“Dalam jangka pendek, kami juga ingin melakukan pemantauan dan evaluasi karena peta jalan nasional kami telah diterbitkan,” kata Eniya.
Eniya menuturkan, 2025-2034 merupakan fase inisiasi jangka pendek dan pengembangan serta integrasi.
“Jadi, langkah pertama untuk jangka pendek adalah fase inisiasi. Kita berada di fase inisiasi saat ini. Seperti yang kita ketahui, pengembangan hidrogen sudah dilakukan secara luas, dan tidak hanya dapat diubah menjadi listrik, tapi juga dapat bergabung dalam konsep bahan bakar ganda,” ujar dia.
Sementara, 2045-2060 merupakan fase akselerasi dan keberlanjutan dari ekosistem hidrogen nasional, sehingga ditujukan untuk target jangka panjang.
“Untuk jangka panjang, kita bergerak dan ingin menjadi pemain utama, pusat ekonomi hidrogen global agar berada di Indonesia,” ujar Eniya.
Secara keseluruhan, Eniya menuturkan, pengembangan ekosistem hidrogen adalah untuk mewujudkan kedaulatan energi dengan meminimalkan ketergantungan bahan bakar fosil untuk meningkatkan keamanan energi.
Untuk mencapai target dekarbonisasi melalui pengembangan pasar hidrogen domestik, serta memperluas ekspor hidrogen dan turunan hidrogen ke pasar internasional dengan memanfaatkan keunggulan Indonesia sebagai negara maritim.