Polandia hingga Swedia akan Menandatangani Aksesi TAC Hari Ini

Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah negara diagendakan menandatangani aksesi Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC), saat ASEAN akan memperingati 50 tahun TAC yang menjadi rangkaian Pertemuan '59th ASEAN Ministerial Meeting and Post-Ministerial Conferences' (AMM/PMC) dan pertemuan-pertemuan terkait yang digelar sejak awal pekan ini.

Berbicara dalam keterangan pers di International Media Center, Manila pada Kamis malam, Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa P. Lazaro mengungkapkan ada empat negara yang akan menandatangani aksesi TAC pada Hari Jumat.

"Besok (hari ini), kita akan memperingati ulang tahun ke-50 Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara. Kami akan menyambut empat negara anggota baru High Contracting Parties, yaitu Swedia, Polandia, Rumania, dan Lituania yang diwakili oleh menteri luar negeri masing-masing, dan mengadakan konferensi tingkat tinggi perdana negara-negara anggota, pertemuan pertama sejak Perjanjian ditandatangani pada tahun 1976," kata Menlu Lazaro.

"Konferensi ini akan berfokus pada tiga sesi tematik, yaitu pencegahan konflik dan diplomasi preventif, keamanan dan kerja sama maritim, serta mengatasi ancaman tantangan yang muncul," tambahnya.

Menlu Lazaro mengatakan, "Filipina merasa terhormat memimpin tonggak penting ini sebagai Ketua ASEAN dan berkomitmen untuk mempertahankan momentum kepemimpinan kami."

Untuk diketahui, TAC pertama kali ditandatangani oleh Presiden Indonesia Soeharto, Presiden Filipina Ferdinand Marcos, Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Malaysia Tun Hussein Onn dan Perdana Menteri Thailand Kukrit Pramoj di Bali pada 24 Februari 1976.

BACA JUGA:


Seiring Waktu, TAC mengalami tiga kali amandemen melalui protokol untuk membuka diri bagi pihak di luar ASEAN untuk bergabung, yakni Protokol Pertama (1987) membuka kesempatan negara di luar Kawasan Asia Tenggara ikut mendatangani dan meratifikasi TAC, Protokol Kedua (1998) mengizinkan organisasi regional beranggotakan negara berdaulat bergabung, serta Protokol Ketiga (2010) memberikan penyesuaian terkait aksesi untuk negara non-regional.

Sejauh ini sebanyak 59 negara sudah menandatangani TAC, dengan terakhir Uzbekistan pada November tahun lalu. Jumlah ini akan bertambah dengan bergabungnya empat negara pada hari ini. Selain, seluruh negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (P5), Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Prancis juga telah menandatangani aksesi TAC.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+