Polda Kalteng uji Hartindo AF31 padamkan bara gambut

Palangka Raya (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan penggunaan bahan Hartindo AF31 menjadi salah satu upaya pihaknya bersama Korps Brimob Polri untuk menangani bara kebakaran hutan dan lahan yang tersimpan di bawah permukaan gambut.

“Lahan gambut yang terbakar walaupun sudah dipadamkan kadang kala masih ada bara api yang tersimpan di bawah. Oleh sebab itu, ini kadang menimbulkan asap yang cukup banyak dan ketika ada angin juga bisa menimbulkan api lagi,” katanya di Palangka Raya, Sabtu.

Dia mengatakan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus karena api yang telah padam di permukaan belum tentu menunjukkan kebakaran benar-benar berhenti.

Bara yang masih tersimpan di bawah permukaan dapat kembali menimbulkan asap dan berpotensi memunculkan api ketika kondisi lingkungan mendukung.

“Dengan menggunakan drone thermal, kita ketahui titik-titik apinya ada di mana, kemudian kita injek dengan menggunakan bahan Hartindo AF31 yang sudah dicampur dengan air,” ucapnya.

Baca juga: BMKG optimalkan analisis cuaca kawal OMC karhutla di Kalbar-Kalteng

Ia menjelaskan dalam penerapannya, serbuk Hartindo AF31 dicampurkan dengan air sebelum digunakan untuk membasahi titik yang masih menyimpan bara. Campuran tersebut juga dapat diaplikasikan melalui sistem injeksi agar menjangkau bagian bawah permukaan tanah.

Proses penentuan lokasi pemadaman didukung teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang berada di dalam maupun di bawah permukaan lahan gambut.

Iwan menyebut hasil uji coba di lapangan menunjukkan bahan tersebut cukup efektif membantu mempercepat pemadaman bara di bawah permukaan sekaligus menekan asap yang muncul dari kebakaran gambut.

“Kalau kita membasahkan semua, saat ini air juga sudah mulai menipis. Kita akan lebih mudah dan lebih efisien,” ujarnya.

Selain membantu pemadaman, Hartindo AF31 juga dapat digunakan sebagai penyekat jalur rambatan api dengan menyemprotkan campuran bahan tersebut pada vegetasi kering untuk membentuk garis pembatas.

Dalam penggunaannya, jajaran Brimob turut menggunakan alat pemadam portabel jenis jet shooter atau tas ransel air. Bahan pemadam tersebut sebelumnya telah diuji coba dan disosialisasikan Korps Brimob bersama polda jajaran di sejumlah wilayah rawan karhutla, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Jambi.

“Bahan ini kami akan distribusikan dan sudah didistribusikan ke beberapa wilayah untuk dipergunakan dalam rangka pembasahan,” demikian Iwan.

Baca juga: Induk dan anak orang utan dievakuasi akibat karhutla meluas

Baca juga: Kemenhut dan BMKG lakukan OMC kendalikan karhutla Kalimantan dan Jatim

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Rajib Rijali
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.