Polda Maluku perkuat kesiapsiagaan hadapi dampak aktivitas vulkanik - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik terhadap transportasi dan distribusi logistik di wilayah Maluku.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Ambon, Rabu (9/9), mengatakan gangguan transportasi udara dan laut di wilayah kepulauan seperti Maluku dapat berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan.

"Bagi wilayah kepulauan seperti Maluku, gangguan terhadap transportasi udara dan laut dapat memberikan dampak yang cukup luas terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi kebutuhan. Kita tidak boleh menunggu situasi berkembang, tetapi harus menyiapkan langkah mitigasi sejak dini," katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Maluku bersama pemangku kepentingan menyiapkan sejumlah langkah, yakni memperkuat sistem peringatan dini dan komunikasi, menyiapkan skenario kontinjensi transportasi, memastikan kesiapan pelayanan kesehatan, mengecek personel dan sarana pendukung, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan TNI, Pemerintah Daerah, BMKG, Basarnas, BPBD, instansi perhubungan dan kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait.

Wakapolda menegaskan seluruh langkah mitigasi harus dilakukan berdasarkan informasi dan data dari instansi teknis yang berwenang.

"Keberhasilan penanganan situasi tidak ditentukan oleh satu institusi. Semua unsur harus bergerak bersama," ujarnya.

Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Monang M.Z. Simanjuntak mengatakan kesiapan personel, sarana pendukung, jalur komunikasi, dan koordinasi antarinstansi perlu terus dievaluasi agar setiap potensi situasi dapat direspons secara cepat dan terukur.

"Kesiapan personel, sarana pendukung, jalur komunikasi dan koordinasi antarinstansi harus terus dievaluasi. Setiap potensi situasi harus dapat direspons berdasarkan data dan informasi yang akurat," katanya.

Pewarta: Winda Herman
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.