Polda NTT: Situasi Waikabubak kondusif pascapenyerangan ke Markas Polres

Polda NTT: Situasi Waikabubak kondusif pascapenyerangan ke Markas Polres

Rabu, 16 September 2026 21:12 WIB

Image Print

Aparat kepolisian membersihkan puing puing kacah yang pecah di lantai pascapenyerangan oleh warga di Mako Polres Sumba Barat. ANTARA/Ho-Humas Polda NTT

Kupang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa kondisi keamanan di Kota Waikabubak, Kabupaaten Sumba Barat sudah kondusif pascaadanya penyerangan oleh warga di daerah tersebut ke Markas Polres Sumba Barat.

“Keadaan di Waikabubak sudah aman dan kondusif,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, Rabu.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan penyerangan oleh warga di Sumba Barat ke Polres Sumba Barat, yang mengakibatkan fasilitas di kantor tersebut hancur.

Penyerangan itu dilakukan bermula saat polisi setempat melakukan pengungkapan jaringan pencurian ternak di daerah tersebut yang berujung pada seorang pelaku terkena tembakan senjata api dan meninggal dunia.

Akibat hal tersebut keluarga langsung membawa korban yang tertembak ke kantor polisi dan menempatkan di depan kantor polisi, sehingga menimbulkan aksi saling bentrok.

Saat ini ujar Henry proses pemulihan fasilitas pelayanan sudah dilakukan setelah dirusak oleh warga saat menyerang markas Polres Sumba Barat.

“Sebagai bentuk kesiapan pelayanan, Polres Sumba Barat bersama personel gabungan bergerak cepat membersihkan serta memperbaiki area Mako Polres Sumba Barat yang mengalami kerusakan materiil,” ujar dia.

Perbaikan difokuskan pada fasilitas vital seperti ruang Call Center, SPKT, hingga ruang kerja pejabat utama agar fungsi pelayanan kepolisian kepada masyarakat segera pulih total.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut Polda NTT bersama Pemerintah Daerah Sumba Barat membuka ruang diskusi dan musyawarah secara terbuka untuk mencari solusi atas setiap permasalahan yang ada.

Pendekatan ini ujar dia, tetap menghormati tata cara adat lokal tanpa mengesampingkan prosedur hukum yang berlaku.

"Polda NTT bersama Pemda Sumba Barat membuka pintu seluas-luasnya untuk berdialog dan bermusyawarah. Kami sangat menghormati nilai-nilai adat lokal, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak merusak fasilitas umum maupun Mako yang pada dasarnya dibangun untuk melayani warga," tambah dia.

Polri juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen pemuda untuk saling merangkul dan bersinergi dalam menjaga kedamaian daerah itu.

Polda NTT juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan dan dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, Polri menyediakan layanan call center 110.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.