Bengkayang (ANTARA) - Polres Bengkayang, Polda Kalimantan Barat, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan sekitar 50 unit ruko di kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis (20/8) malam tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengetahui sumber api serta faktor yang menyebabkan api cepat merambat.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Tidak menutup kemungkinan ada faktor lain, sehingga kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses penyelidikan selesai," kata Syahirul di Bengkayang, Jumat.
Ia mengatakan, dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari bagian ruang tengah salah satu ruko. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan di lokasi kejadian.
Untuk kepentingan penyelidikan, Tim Inafis Satreskrim Polres Bengkayang telah diturunkan untuk melakukan olah TKP. Polisi juga memasang garis polisi dan melakukan sterilisasi di area yang terbakar guna menjaga lokasi dari aktivitas yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.30 WIB dari salah satu ruko di kawasan pasar. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan ruko di sekitarnya.
"Sumber api belum diketahui secara pasti. Informasi yang kami terima, api terlihat dari salah satu ruko dan kemudian merambat ke bangunan lainnya," katanya.
Kapolres mengatakan pihaknya telah meminta personel untuk mengamankan lokasi, membantu proses pemadaman, mengatur arus lalu lintas, serta membantu masyarakat mengevakuasi barang yang masih dapat diselamatkan.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB, Jumat (21/8), setelah tim pemadam kebakaran gabungan mengerahkan puluhan unit mobil pemadam. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dari pendataan sementara, sekitar 50 unit ruko terdampak kebakaran dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp70 miliar. Kerugian tersebut mencakup bangunan, sembako, barang elektronik, dan berbagai barang berharga lainnya.
Syahirul menegaskan polisi masih memeriksa sejumlah keterangan dan bukti di lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran. Hasil olah TKP nantinya menjadi salah satu dasar penyidik dalam menentukan penyebab pasti kebakaran.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Fendi (33), anak pemilik Warung Kopi Alang, sempat mendapat perawatan di RS Rubini Mempawah. Ia diduga mengalami sesak napas akibat menghirup asap hingga sempat pingsan, namun tidak dilaporkan mengalami luka.
Hingga Jumat, lokasi kebakaran masih diamankan personel Polres Bengkayang dan Polsek setempat. Tim pemadam kebakaran juga masih melakukan pendinginan di sejumlah titik, sementara situasi di sekitar Pasar Sungai Duri terpantau aman dan kondusif.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.