Polres Bangka Barat perkuat pengawasan cegah pengiriman timah ilegal - ANTARA News Bangka Belitung

Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pengawasan Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, untuk mencegah pengiriman timah ilegal keluar Pulau Bangka.

"Pengetatan pengawasan pelabuhan ini kita lakukan menindaklanjuti arahan dan penekanan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing agar seluruh jajaran meningkatkan pengawasan di jalur-jalur strategis guna mengantisipasi praktik penyelundupan atau pengiriman timah tanpa izin keluar pulau," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak di Mentok, Kamis.

Untuk menindaklanjuti arahan itu, Kapolres bersama sejumlah personel melakukan pemantauan langsung ke Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, Kamis, untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan kendaraan yang akan menyeberang melalui pelabuhan itu.

Pengecekan tersebut sekaligus menjadi langkah memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan di pintu gerbang Pulau Bangka.

Sebelumnya, Polres Bangka Barat berhasil mengungkap kasus pengiriman timah tanpa izin melalui Pelabuhan Tanjungkalian, sehingga pengawasan di kawasan pelabuhan terus diperketat agar praktik serupa tidak berulang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Departmen Bisnis dan Pelayanan PT ASDP Pelabuhan Tanjung Kalian, Supervisi Pelayaran PT ASDP, Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Pos AL) Mentok, Kasat Intelkam Polres Bangka Barat, Kasat Binmas Polres Bangka Barat dan Kanit I Politik Sat Intelkam Polres Bangka Barat.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas penguatan koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi guna meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk penyelundupan barang ilegal, peredaran narkotika, dan tindak pidana lainnya yang memanfaatkan jalur penyeberangan.

Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Kapolda Babel agar seluruh jajaran memperketat pengawasan di wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap aktivitas pengiriman barang ilegal dan penyelundupan keluar negeri.

Menurut dia, Pelabuhan Tanjungkalian merupakan objek vital yang memiliki peran strategis sehingga pengawasan harus dilakukan secara maksimal.

"Kami terus memperkuat sinergi dengan PT ASDP, Pos TNI Angkatan Laut dan seluruh instansi terkait guna mencegah penyelundupan, peredaran narkotika, maupun tindak pidana lainnya," ujarnya.

Sinergisitas lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengamanan yang efektif di kawasan pelabuhan.

Selain menjaga kelancaran arus penyeberangan, pengawasan juga diarahkan untuk memastikan tidak ada celah yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Ia memastikan pengamanan Pelabuhan Tanjungkalian terus ditingkatkan melalui patroli rutin, kegiatan intelijen dan koordinasi yang berkesinambungan dengan PT ASDP dan Pos TNI Angkatan Laut sebagai bentuk komitmen menjaga pintu gerbang Pulau Bangka tetap aman, tertib dan bebas dari praktik ilegal lainnya.

Sebelumnya, pada Senin (3/8) Satuan Polairud Polres Bangka Barat berhasil menangkap dua orang diduga pelaku pengiriman bijih timah ilegal tujuan Palembang, Sumatera Selatan di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok.

Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan dua orang pria berinisial MY alias Y (51) dan JL alias P (32), keduanya warga Sumatera Selatan.

Penangkapan pelaku berawal dari kegiatan patroli dan pemeriksaan rutin yang ditingkatkan personel Sat Polairud di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok.

Pada saat patroli, petugas mencurigai gerak-gerik kendaraan yang dibawa pelaku dan menghentikan kendaraan untuk penggeledahan menyeluruh muatan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 10 karung berisi bijih timah yang diketahui tidak berizin, yang disembunyikan pelaku di dalam kendaraan itu.

Pemeriksaan itu disaksikan langsung Petugas Satpam ASDP Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok. Total barang bukti yang berhasil ditemukan dan disita petugas sebanyak 10 karung berisi bijih timah dengan berat sekitar 265 kilogram.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.