Polres Bengkayang uji X-Fire padamkan karhutla di lahan gambut - ANTARA News Kalimantan Barat

Bengkayang (ANTARA) - Polres Bengkayang menguji penggunaan cairan pemadam X-Fire untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut di Dusun Persak, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Sabtu.

Pengujian dilakukan saat tim gabungan memadamkan kebakaran di lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa karena api dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, X-Fire diuji untuk mengetahui efektivitasnya dalam memadamkan api sekaligus mengurangi potensi munculnya kembali bara di lahan gambut.

"Karakter lahan gambut membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu, kami mencoba penggunaan X-Fire untuk melihat efektivitasnya dalam memadamkan api dan mengurangi potensi api kembali menyala," kata Kapolres.

Dalam uji coba tersebut, petugas membandingkan pemadaman menggunakan X-Fire dengan pemadaman menggunakan air biasa. Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan titik yang dipadamkan menggunakan X-Fire tidak lagi terlihat asap maupun bara api.

Sementara itu, pada bagian lahan yang dipadamkan menggunakan air biasa, petugas masih menemukan asap dan bara yang menunjukkan adanya potensi api kembali menyala.

Kapolres Syahirul mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran di lahan gambut tidak hanya terjadi di permukaan. Bara yang tertinggal di bawah permukaan dapat kembali memicu kebakaran ketika kondisi mendukung.

"Karena api di lahan gambut bisa bertahan di bawah permukaan, kita harus memastikan bara benar-benar padam agar tidak kembali menyala dan meluas," ujarnya.

Namun upaya pemadaman pada Jumat (11/9) harus dihentikan sementara karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Pemadaman dilanjutkan pada Sabtu dengan dukungan satu unit water tank yang dipinjamkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang.

"Kami kembali melanjutkan pemadaman dengan dukungan water tank dari BPBD Bengkayang. Kami akan berupaya memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang dapat kembali memicu kebakaran," katanya.

Ia mengatakan dukungan sarana air sangat penting dalam penanganan karhutla di lahan gambut karena proses pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul.

Penggunaan X-Fire, katanya, menjadi salah satu alternatif yang diuji dalam penanganan karhutla, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan metode pemadaman dan pembasahan berbeda untuk mencegah kebakaran meluas.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.