Polres Cianjur selidiki penemuan mayat di saluran irigasi - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, melakukan penyelidikan terkait tewasnya seorang pria MIF (59) warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur yang ditemukan tersungkur di dalam saluran irigasi, Jumat.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Jumat, mengatakan petugas langsung meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang pertama kali menemukan jasad korban dengan posisi kepala di dalam saluran irigasi.

Petugas dibantu relawan dari PMI Cianjur melakukan evakuasi terhadap jasad korban yang langsung dibawa ke RSUD Cianjur dilakukan visum, dimana dugaan sementara korban tewas akibat penyakit yang diderita kumat.

"Tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh korban, dugaan sementara berdasarkan keterangan warga dan pihak keluarga korban memiliki riwayat penyakit, sehingga saat bekerja penyakitnya kumat," katanya.

Setelah dilakukan visum di rumah sakit, jasad korban dibawa pulang pihak keluarga guna dimakamkan, namun penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab tewasnya korban yang diduga kuat karena penyakit.

Sementara keterangan saksi mata warga sekitar menyebutkan korban MIF sehari-hari bekerja mengatur debit air ke kolam pancing yang terletak bersebelahan dengan saluran irigasi, selama ini korban kerap mengeluhkan sakit kepala.

Jasad korban pertama kali ditemukan salah seorang warga yang hendak pulang dari sawah melibat sepatu boot di atas saluran irigasi, merasa penasaran mencoba memastikan dan melihat korban dengan posisi kepala tersungkur di dalam saluran irigasi.

"Saya awalnya hanya melihat ada sepatu boot di atas saluran irigasi, merasa penasaran setelah dekat ternyata ada tubuh korban tersungkur di dalam saluran irigasi dengan kepala terbenam ke dalam air," kata saksi mata Ajat.

Mendapati hal tersebut dia memberi tahu warga lainnya dan melapor ke Polsek Cianjur, petugas yang datang bersama relawan PMI melakukan evakuasi karena warga tidak berani memindahkan atau melakukan evakuasi.

"Jasad korban dibawa petugas dalam kantong mayat ke rumah sakit guna dilakukan pemeriksaan, kalau melihat posisi jatuh kemungkinan penyakit korban kumat karena selama ini sering mengeluh sakit kepala," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.