Polres Ogan Ilir jalankan gerakan Emak-Emak Peduli Karhutla

Polres Ogan Ilir jalankan gerakan "Emak-Emak Peduli Karhutla"

Minggu, 27 September 2026 11:01 WIB

Image Print

​Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir, Sumatera Selatan, meluncurkan gerakan emak-emak peduli karhutla di Desa Pulau Semambu untuk memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis partisipasi aktif masyarakat. ANTARA/HO/Polres Ogan ilir

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjalankan gerakan emak-emak peduli karhutla di Desa Pulau Semambu untuk memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis partisipasi aktif masyarakat.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti di Ogan Ilir, Minggu, menerangkan program tersebut mengusung semboyan "Emak Bergerak, Api Dicegah, Desa Terjaga" dengan berfokus pada pemberdayaan perempuan di tingkat perdesaan.

Inisiatif ini menyasar berbagai kelompok perempuan, mulai dari anggota PKK, kader Posyandu, pelaku UMKM, jamaah pengajian, hingga ibu rumah tangga yang bermukim di kawasan rawan karhutla.

Melalui program tersebut, kaum perempuan difungsikan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) berbasis komunitas tanpa harus turun langsung memadamkan api.

Para ibu dibekali metode "Satu Foto, Satu Lokasi" untuk mendokumentasikan indikasi bahaya, seperti kepulan asap, pembakaran sampah, atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, lalu mengoperkan foto beserta titik koordinatnya kepada Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa untuk verifikasi cepat.

Selain itu, gerakan ini mengedepankan edukasi persuasif lewat pendekatan "Emak Tegur Emak" di forum arisan maupun pengajian guna mengingatkan dampak buruk asap kebakaran bagi kesehatan anak-anak.

Program ini sekaligus mengampanyekan gerakan "1 Rumah 1 Pencegah Api", di mana setiap keluarga diajak berkomitmen untuk tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, bijak mengelola sampah, serta tanggap melapor jika mendapati potensi titik api.

Peluncuran gerakan tersebut diharapkan dapat mengubah mitigasi karhutla menjadi tanggung jawab kolektif yang tumbuh dari keluarga, sehingga arus informasi mengenai titik panas mengalir lebih cepat dan bencana kebakaran dapat ditekan secara maksimal.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026