Polres Paser selidiki karhutla pada enam titik panas di Tanah Grogot - ANTARA News Kalimantan Barat

Paser (ANTARA) - Kepolisian Resor Paser, Kalimantan Timur, menyelidiki peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul pada enam titik panas di wilayah Kecamatan Tanah Grogot.

Unit IV Tindak Pidana Tertentu Satuan Reserse Kriminal Polres Paser telah memasang spanduk penyelidikan di lokasi-lokasi yang terdeteksi sebagai titik panas tersebut.

"Pemasangan spanduk ini merupakan tahapan awal penyelidikan untuk menandai bahwa area tersebut sedang dalam proses hukum," kata Kepala Polres Paser Ajun Komisaris Besar Polisi Sofyan di Tana Paser, Minggu.

Pemasangan spanduk penanda proses hukum tersebut dilakukan di tiga desa, yaitu Desa Pulau Rantau, Desa Sempulang, dan Desa Tepian Batang.

Di lokasi tersebut, tim penyidik memeriksa pola sebaran api serta kondisi vegetasi untuk memastikan sumber utama kebakaran.

Setelah pemasangan spanduk, lanjut Sofyan, penyidik segera menelusuri status kepemilikan lahan serta mengidentifikasi asal api guna menentukan faktor penyebab kebakaran, apakah ada unsur kesengajaan atau murni faktor alam.

"Hasil penyelidikan lapangan ini akan menjadi dasar kuat bagi kami untuk menentukan langkah hukum selanjutnya," ujarnya.

Ia menegaskan kepolisian tidak akan segan menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang terbukti menimbulkan kerusakan lingkungan.

Terlebih, peristiwa kebakaran lahan di Kabupaten Paser mengalami peningkatan signifikan selama musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, tercatat ada 85 titik karhutla di Kabupaten Paser hingga 19 Agustus 2026.

Jumlah tersebut menjadikan Paser sebagai wilayah dengan angka kejadian karhutla tertinggi di Kaltim pada periode tersebut.

Kondisi tanah yang didominasi mineral kering serta vegetasi yang mengering membuat kobaran api menjadi sangat mudah meluas.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir, BPBD Kabupaten Paser juga merekam 67 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 128,8 hektare.

Kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Tanah Grogot dan Batu Engau yang memiliki risiko tinggi akibat minimnya sumber air di lokasi.

Kebakaran di lahan gambut juga turut terpantau dan membutuhkan penanganan khusus karena api merambat di bawah permukaan tanah.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kualitas udara di Paser berpotensi masuk kategori tidak sehat dalam tiga hari ke depan akibat tingginya jumlah titik panas.

Kabut asap dari kebakaran ini dikhawatirkan dapat terbawa angin dan memengaruhi wilayah lain di Kaltim.

Oleh karena itu, Kapolres mengingatkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini.

Ia juga meminta warga untuk segera melapor ke Polsek terdekat atau Koramil jika menemukan aktivitas pembakaran maupun munculnya titik api baru di wilayah mereka.

"Musim kemarau ini sangat rawan karhutla. Jika ada pihak yang sengaja membakar, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Sofyan.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.