Polresta Banyumas memperkuat sinergi antisipasi karhutla saat kemarau

Polresta Banyumas memperkuat sinergi antisipasi karhutla saat kemarau

Rabu, 5 Agustus 2026 13:14 WIB

Image Print

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi memberi keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026), terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas memperkuat kesiapsiagaan personel dan sinergi lintas instansi guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu, mengatakan Polresta Banyumas telah membentuk pasukan Siaga Bhayangkara, menggelar apel kesiapsiagaan, serta memastikan seluruh peralatan pendukung penanganan karhutla dalam kondisi siap digunakan.

Menurut dia, musim kemarau tahun ini perlu diwaspadai karena fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi cuaca yang lebih kering.

"Kami membentuk pasukan Siaga Bhayangkara dan telah melakukan apel bersama serta pemeriksaan peralatan yang mendukung," katanya menegaskan.

Selain itu, kata dia, Polresta Banyumas juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Perum Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menyatukan pola penanganan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Banyumas.

Menurut dia, beberapa kejadian kebakaran lahan sebelumnya terjadi di kawasan milik Perhutani sehingga diperlukan respons cepat agar api tidak meluas.

"Kita sinergi bersama terkait dengan antisipasi akibat cuaca ekstrem kemarau yang panjang ini, yaitu kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Ia mengatakan penanganan awal dilakukan melalui penyekatan dan kanalisasi agar api tidak merambat ke area lain yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, personel kepolisian bekerja sama dengan TNI, Perhutani, BPBD, pemadam kebakaran, serta masyarakat menggunakan berbagai peralatan manual yang tersedia di lapangan.

Ia menilai kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan maupun lingkungan sekitar.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan personel, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar saat kondisi cuaca sangat kering.

Menurut dia, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini melalui pelaporan cepat apabila ditemukan titik api.

"Kesiapsiagaan anggota kami yang bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan," kata Kombes Petrus.

Baca juga: Bupati Banyumas ajak masyarakat memberantas peredaran rokok ilegal

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.