Porak-poranda Akibat Gempa M 7,7, Hotel Jayakarta Labuan Bajo Ditutup

Jakarta -

Hotel Jayakarta di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak parah akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Operasional hotel bintang empat di Jalan Pantai Pede itu dihentikan sementara.

Gempa yang berpusat di Nagekeo itu mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Kerusakan terjadi di sejumlah bagian hotel, termasuk lantai satu.

"Ya (ditutup sementara)," kata General Manager Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Reynes Sahadoen, Selasa (18/8), dikutip dari detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan hotel yang berada di Jalan Pantai Pede itu dilakukan untuk pemeliharaan dan pemulihan akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa. Operasional hotel ditutup sejak hari pertama gempa.

"Mulai 15 Agustus 2026, The Jayakarta Suites Komodo-Flores tutup sementara waktu hingga pemberitahuan lebih lanjut untuk melakukan pemeliharaan dan pemulihan," kata Reynes.

Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul  06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nzHotel Jayakarta di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, usai diguncang gempa pada Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/GECIO VIANA)

Kerusakan berat terlihat di lantai satu Hotel Jayakarta. Tembok bagian depan sepanjang sekitar 30 meter rusak, bahkan sebagian dinding roboh.

Batu bata dari bagian dinding yang rusak terlihat berhamburan. Plafon di lantai satu juga jebol akibat guncangan gempa.

Saat gempa terjadi, seluruh tamu berlarian demi menyelamatkan diri. Para tamu kemudian dievakuasi ke tempat aman seusai kejadian.

Nova, salah satu turis yang menginap di hotel bintang empat itu, mengisahkan detik-detik dia dan pasangannya menyelamatkan diri dari lantai lima bangunan tersebut.

Turis perempuan itu menuturkan getaran gempa di kamarnya terasa sangat keras. Dia dan pasangannya merasakan gempa itu menjelang jam 05.00 Wita. Saat itu, mereka masih tidur.

"Kami waktu itu lagi tidur, gempa sangat keras sekali," ujar Nova di halaman Hotel Jayakarta saat terjadi gempa.

Nova dan pasangannya awalnya tidak berani keluar dari kamar hotel karena guncangan terasa keras. Namun, pilihan menyelamatkan diri harus segera dilakukan. Mereka pun bergegas menuruni tangga bersama turis lain.

"Saya ganti baju langsung turun ke bawah, mungkin nggak ada satu menit saya langsung turun ke bawah. Bersama tamu-tamu lain," ujar Nova.

Tiba di lantai satu, Nova panik melihat sebagian tembok sudah roboh. Plafon hotel juga berjatuhan di lantai. Dia dan tamu lain lantas bergegas ke halaman hotel menjauhi gedung tersebut.

"Semua orang pada turun, saya lihat atap (plafon), tembok sudah hancur semua," ujar Nova.

Gempa itu juga terasa sampai ke Pulau Padar. Seorang pemandu dengan akun @s_toni mengunggah detik-detik gempa bumi yang terasa di Taman Nasional Komodo melalui postingan story Instagram. Saat itu, ia sedang membawa rombongan turis ke Pulau Padar.

Gempa di Taman Nasioanal KomodoGempa di Taman Nasioanal Komodo (S_toni/Instagram)

Gempa M 7,7 terjadi tepat saat matahari terbit. Rombongan turis tampak duduk di puncak bukit sembari ditenangkan oleh pemandu.

"Don't panic guys, (jangan panik)," ucap pemilik video berkali-kali.

Rombongan turis tampak pasrah. Fenomena sunrise yang harusnya megah dan syahdu, seketika menjadi suram. Pohon yang berada di bukit ikut bergoyang seirama dengan guncangan gempa.

(fem/fem)