Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi tahap pertama Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo yang mengenakan baju safari krem dan topi biru tiba menggunakan Maung Putih.
Kepala Negara disambut oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin yang kemudian mendampinginya meninjau area stasiun yang telah direvitalisasi.
Presiden juga menyempatkan diri menyapa warga sekitar yang hadir untuk melihat peresmian.
Tiba di area peresmian, Prabowo berdiri di atas mimbar, didampingi menteri kebudayaan Fadli Zon, menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Dirut KAI Bobby Rasyidin, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dalam laporannya, Dirut KAI menjelaskan revitalisasi dilakukan atas arahan Presiden dengan mengembalikan fasad Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya berdasarkan dokumentasi sejarah.
"Pekerjaan kami lakukan dalam 330 hari. Ada dua tahap, Pak. Tahap pertama adalah bagian fasad dari depannya, termasuk hall ini, kemudian sisi barat dan sisi timurnya, itu kita kembalikan lagi ke bentuk semulanya," ujarnya di hadapan Presiden.
Bobby menambahkan, seluruh ornamen hingga lampu dikembalikan sesuai desain awal bangunan yang telah berusia 112 tahun.
Selain itu, Dirut KAI juga melaporkan bahwa pada Semester I 2026 Stasiun Semarang Tawang melayani lebih dari 2 juta penumpang, sementara sepanjang 2025 mencapai sekitar 3,8 juta penumpang dengan pertumbuhan lebih dari 22 persen.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Stasiun Semarang Tawang bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi perjalanan bangsa sejak awal kemerdekaan.
"Karena itu, menjaga, melestarikan stasiun Tawang ini, tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas, dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita. Saudara-saudara, bangsa yang besar, tidak boleh melupakan sejarahnya," tegas Prabowo.
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi kepada jajaran PT KAI yang dinilai bergerak cepat merevitalisasi aset bersejarah tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi yang harus berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
"Kereta Api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta Api adalah instrumen sesungguhnya daripada demokratisasi ekonomi. Kereta Api harus melayani rakyat. Sehingga di banyak negara, Kereta Api itu dianggap public service. Tidak semata-mata mengejar keuntungan," kata Presiden.
Peresmian revitalisasi ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Dirut KAI Bobby Rasyidin, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini Kamis, 30 Juli 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini meresmikan revitalisasi stasiun Semarang Tawang," ucap Prabowo sambil menekan tombol sirine peresmian.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.