Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:52 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya menjadi pemimpin berdasarkan fakta. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam taklimat dihadapan 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Istana Merdeka pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga
Awalnya Prabowo menegaskan bahwa pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan sains dan teknologi. Menurutnya jika suatu bangsa mampu menguasai sains dan teknologi, maka bangsa itu akan maju.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kita mengerti semua bahwa pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak. Jadi, bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sains dan teknologi," kata Prabowo.
Baca Juga
"Ini adalah fakta dan kenyataan. Dari penguasaan sains dan teknologi, tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi landasan yang paling paling paling kritikal, paling kritis," sambungnya.
Prabowo menegaskan dirinya memimpin suatu negara berdasarkan fakta. Namun, ia tak memungkiri bahwa fakta tak selalu berakhir dengan kesenangan.
Baca Juga
"Kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita, dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu, ya tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja, ya," ujar dia.
Ia mencontohkan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Namun, Prabowo mengaku sedih karena Indonesia tak bisa berlaga di Piala Dunia.
"Contoh yang kecil saja, kita negara jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, 300- ya hampir 300 juta ya, 287 juta rakyat kita. Tapi saya sangat sedih terus terang saja, ya kan, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," kata Prabowo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya hal itu merupakan fakta yang tidak mengenakan. Bahkan, dia menyebut negara Cape Verde kemungkinan hanya sebesar Kabupaten Sumedang.
"Ini fakta yang tidak enak, ya. Masa negara kecil seperti Cape Verde, ya kan, Cape Verde masuk, saya nggak tahu itu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang mungkin. Ya, Cape Verde, apalagi banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ," ujar dia.
Momen Prabowo Tinjau Pameran Inovasi BRIN, Giant Sea Wall hingga Teknologi Nuklir Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Subianto meninjau pameran inovasi dari 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Istana Merdeka pada Kamis, 6 Agustus 2026.
VIVA.co.id
6 Agustus 2026