Bagikan:
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung kegagalan Indonesia menembus Piala Dunia saat berbicara tentang pentingnya melihat masalah berdasarkan fakta. Ia membandingkan Indonesia dengan Cape Verde, negara berpenduduk jauh lebih sedikit yang mampu lolos.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria dan para periset BRIN di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 6 Agustus.
Prabowo menyebut Indonesia memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta orang. Namun, negara sebesar itu belum mampu masuk Piala Dunia.
“Saya sangat sedih, terus terang saja, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia,” kata Prabowo.
Ia kemudian menyinggung Cape Verde. Menurut Prabowo, jumlah penduduk negara tersebut bahkan lebih kecil dibandingkan Kabupaten Sumedang.
“Masa negara kecil seperti Cape Verde masuk? Saya enggak tahu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang lebih banyak Sumedang,” ujarnya.
BACA JUGA:
Prabowo kemudian menyinggung Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ia menilai upaya di sepak bola nasional sudah dilakukan, tetapi strateginya mungkin masih perlu diperbaiki.
“Beliau sudah berjuang luar biasa. Kita hampir masuk, mungkin strateginya harus lebih pintar,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan perbandingan itu bukan alasan untuk mengeluh atau mencari pihak yang disalahkan. Ia meminta penyebab kegagalan dicari secara terbuka.
“Jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam. Sekarang belajar bagaimana, kenapa kok bisa negara itu masuk,” katanya.
Ia meminta berbagai faktor dipelajari, termasuk asal pelatih, pola pembinaan, dan strategi yang digunakan negara lain.
Menurut Prabowo, pendekatan serupa juga harus dipakai dalam persoalan pembangunan. Masalah harus dibaca dengan fakta, lalu dicari penyebab dan jalan keluarnya.
“Kadang-kadang fakta itu tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak,” ujarnya.
Prabowo mengatakan Indonesia memiliki banyak orang pintar. Namun, mereka harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dan didukung melalui proses yang jelas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+