Kamis, 24 September 2026 - 06:00 WIB
VIVA –Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyebut negaranya masih terbuka untuk berdialog dan berunding dengan Amerika Serikat. Namun kata dia, Iran tidak akan tidak akan menyerah pada tekanan Amerika Serikat.
Baca Juga
Hal ini diungkap Pezeshkian di Sidang Umum PBB di New York, Rabu 23 September waktu setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami tidak akan pernah menundukkan kepala," katanya dikutip dari laman Anadolu Agency, Kamis 24 September 2026.
Baca Juga
Dalam pidatonya itu, dia menyebut Iran siap berunding selama pembicaraan tersebut tidak disertai ancaman.
Di sisi lain, Pezeshkian juga menilai ada ketidakadilan dalam perlakuan terhadap Iran. Ia menyoroti Israel yang memiliki senjata nuklir dan bukan negara penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Namun, menurutnya, justru Iran yang diminta menerima pemeriksaan dari para pengawas nuklir.
Baca Juga
"Mereka (Israel) membunuh, kami yang dikenai sanksi, kami yang dihukum. Israel telah membunuh lebih dari 70.000 warga tak bersalah di Gaza dengan kejam. Namun, Iran yang sedang berada di meja perundingan justru dibom," kata dia.
Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir. Menurutnya, Iran hanya menggunakan haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir bagi tujuan damai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami tidak akan menundukkan kepala dan menyerahkan hak yang memang menjadi hak kami. Kami menyatakannya dengan jelas, tidak ada senjata nuklir dan tidak boleh ada pembatasan terhadap teknologi nuklir untuk tujuan damai," kata Presiden Iran tersebut.
Pidato Lantang Presiden Iran di PBB, Sebut AS dan Israel Biang Kekacauan Dunia
Kehadiran perdana Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, menjadi sorotan dunia. Apa yang dibicarakannya?
VIVA.co.id
24 September 2026