Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits menyatakan bahwa sejumlah kontrak telah ditandatangani oleh pelaku usaha Belarus guna memasok produk olahan susu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Memang kemarin dalam rangka kunjungan pimpinan negara kami ke Indonesia, ada kontrak yang sempat ditandatangani,” ucap Alexander Yakovchits saat ditemui di Paviliun Belarus dalam acara Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Selasa.
“Yang kami ketahui, sepertinya beberapa dari kontrak tersebut suplainya itu memang akan digunakan untuk program MBG,” lanjutnya.
Ia menuturkan salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah penyediaan produk susu bubuk. Kerja sama tersebut diimplementasikan melalui dua kesepakatan terpisah.
“Kami sudah mulai menyuplai susu bubuk skim dalam kerangka kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Pengiriman gelombang pertama sudah dilakukan kepada mitra-mitra kami di Indonesia. Dan setelah penyelesaian kesepakatan ini, 1.000 ton susu bubuk skim, kami mulai merealisasikan kesepakatan kedua,” ujar Yakovchits.
Ia menyampaikan bahwa nilai kesepakatan tersebut mencapai 76 juta dolar AS. Pihaknya pun menargetkan untuk mengekspor 20 ribu ton susu bubuk ke Indonesia hingga akhir 2026.
Ia mengatakan Belarus memiliki kapasitas produksi 9,25 juta ton produk susu pada 2025 dan berharap dapat meningkatkan kapasitas tersebut hingga 12 juta ton pada tahun ini.
“Kami melihat Indonesia memang masih kekurangan produk susu, dan kami yakin bisa membantu untuk membangun kerja sama dalam bidang tersebut, karena kami memiliki kapasitas dalam bidang itu,” kata Yakovchits.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.