Program CKG di tapal batas perkuat layanan promotif dan preventif - ANTARA News Gorontalo

Sebatik (ANTARA) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah perbatasan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), didorong pada penguatan layanan kesehatan promotif dan preventif melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar setiap bulan.

Camat Sebatik Tengah Aris Nur mengatakan pelaksanaan Posyandu ILP kini tidak lagi hanya melayani bayi dan balita, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia).

“Kalau dulu posyandu hanya menangani bayi dan balita. Sekarang melalui ILP seluruh siklus hidup dilayani, termasuk lansia, yang lebih difokuskan pada cek kesehatan gratis,” ujar Aris di Sebatik, Kamis.

Menurut dia, hasil pemeriksaan selama ini menunjukkan hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan pada kelompok lansia.

Oleh karena itu, kata dia, tenaga kesehatan lantas memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, gaya hidup, serta upaya pencegahan penyakit tidak menular, agar kondisi kesehatan masyarakat dapat terjaga.

Selain pelayanan di posyandu, pemerintah kecamatan bersama puskesmas juga menjalankan program kunjungan rumah bagi warga yang tidak dapat menghadiri kegiatan, terutama kelompok rentan dan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.

“Setelah kegiatan posyandu, petugas mendata warga yang belum sempat hadir. Mereka kemudian didatangi ke rumah untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan bersama tenaga puskesmas,” ujarnya.

Aris mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mengedepankan upaya promotif dan preventif agar penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Kendati demikian bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut namun mengalami kendala transportasi atau administrasi, kata dia, pemerintah kecamatan juga menyediakan dukungan operasional melalui kendaraan dinas dan fasilitas pendukung lainnya.

Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah berharap kesadaran masyarakat, terutama kalangan lansia, untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin terus meningkat sehingga tidak bergantung pada layanan kunjungan rumah.

Meski demikian Aris mengakui masih terdapat tantangan dalam menjangkau sebagian warga Indonesia yang bekerja dan menetap di wilayah Sebatik, Malaysia.

Karena itu pihaknya  berencana menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan di wilayah Sebatik, Malaysia, agar layanan kesehatan bagi warga perbatasan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami berharap tahun ini komunikasi dengan perusahaan dapat terjalin sehingga pelayanan kesehatan kepada warga perbatasan bisa semakin optimal,” kata Camat Sebatik Tengah Aris Nur.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Program CKG di perbatasan perkuat layanan kesehatan promotif-preventif

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.