Program Homecare di Jember dekatkan akses kesehatan warga kurang mampu - ANTARA News Jawa Timur

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kunjungan langsung yakni program Homecare untuk mendekatkan akses kesehatan warga kurang mampu di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Peluncuran program Homecare tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kawendra Lukistian, dan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule yang dipusatkan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat.

"Inisiatif itu dihadirkan guna memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga pra-sejahtera, mendapatkan layanan medis dasar secara gratis tanpa terkendala jarak dan biaya," kata Bupati Jember Muhammad Fawait dalam sambutan pada peluncuran program Homecare tersebut.

Ia mengatakan bahwa gagasan utama pendirian program Homecare berakar dari memori masa kecilnya yang tumbuh di kawasan pelosok desa dekat Kecamatan Sumberbaru.

"Saat kecil, saya menyaksikan secara langsung bagaimana tetangga dan warga miskin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan finansial, sehingga mereka tidak bisa berangkat ke puskesmas atau rumah sakit karena faktor biaya," katanya.

Ia menjelaskan almarhum ayahnya selalu berpesan untuk memprioritaskan dan menjaga masyarakat yang kurang mampu dan pesan serupa juga konsisten ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, tingginya angka kemiskinan di Jember berdampak langsung pada sektor kesehatan daerah, seperti tingginya tingkat tengkes (stunting) serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB).

"Hal itu mendorong Pemkab Jember melakukan penghematan anggaran secara masif, termasuk membatalkan pengadaan kendaraan dinas pimpinan guna mengalokasikan dana ke penjaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC)," katanya.

Kendati jaminan biaya kesehatan UHC telah berjalan, lanjut dia, Pemkab Jember menemukan fakta lapangan bahwa sebagian warga tetap enggan berobat karena terkendala biaya operasional transportasi dan kekhawatiran hilangnya mata pencaharian harian keluarga.

Sebagai solusinya, Pemkab Jember menerjunkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang menyisir permukiman warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis langsung di rumah pasien.

Ia menjelaskan skema layanan Homecare berisi pemeriksaan lapangan, fasilitas telemedicine, dan bantuan pangan yakni nakes mendatangi rumah warga miskin untuk melakukan pengecekan kondisi fisik dasar menggunakan peralatan medis yang disiagakan.

Jika pasien membutuhkan penanganan dokter spesialis atau sub-spesialis, maka nakes di lapangan akan memfasilitasi konsultasi jarak jauh (telemedicine) secara langsung dengan dokter ahli di RSUD se-Kabupaten Jember.

"Sebagai bentuk perhatian komprehensif, warga kurang mampu yang telah diperiksa juga akan menerima paket sembako untuk menunjang kebutuhan nutrisi keluarga," ujarnya.

Melalui sinergi antara nakes, jajaran puskesmas, OPD, dan relawan di lapangan, maka program Homecare diharapkan dapat memangkas kesenjangan akses kesehatan serta menekan angka kesakitan masyarakat di pelosok Kabupaten Jember.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.