Bandung (ANTARA) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memamerkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada masyarakat di pusat perbelanjaan Paris Van Java (PVJ), Kota Bandung, Jawa Barat, pada 24 hingga 26 September.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan Bandung kembali dipercaya menjadi menyelenggarakan event sepak bola internasional.
“Bandung kedua kalinya mendapat event besar dari FIFA. Sebelumnya waktu itu Kejuaraan Dunia U-17, sekarang FIFA ASEAN edisi pertama juga di Bandung,” kata Erick di Bandung, Kamis.
Menurut dia, FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, menjadi kesempatan untuk mengembangkan sepak bola dan memberikan dampak ekonomi kepada daerah.
Erick mengatakan negara-negara peserta, termasuk Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia, mengirimkan pemain-pemain terbaiknya sehingga turnamen itu bisa menyajikan pertandingan berkualitas tinggi.
Ia mengatakan perputaran ekonomi dapat didorong melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan turnamen.
“Kita coba putar ekonomi melalui sepak bola, ada yang jual baju, ada yang jual makanan, insyaallah dan kita ada festivalnya,” kata Erick.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi kepercayaan PSSI yang menjadikan Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu penyelenggara turnamen itu.
Dedi meyakini turnamen itu akan membawa dampak bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi melalui aktivitas perdagangan dan penjualan tiket.
“Terima kasih PSSI telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Barat menjadi tuan rumah di Kota Bandung, ibu kota Priangan. Kegiatan ini pasti memiliki efek. Pertama efek ekonomi; tiket, pedagang,” kata Dedi.
Dedi berharap FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan baik dan mendorong naiknya prestasi sepak bola Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih, mudah-mudahan PSSI terus berkibar dan olahraga di Indonesia khususnya sepak bola terus meningkat prestasinya,” kata Dedi.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.