Bandung (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 menyiapkan penghijauan kembali sekitar 900 hektare lahan Cikembang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Region Head PTPN I Regional 2 Desmanto di Bandung, Kamis, mengatakan penghijauan dilakukan melalui penanaman pohon dan tanaman khas yang disesuaikan dengan karakteristik serta kondisi ekologis kawasan.
“Kami menyambut baik rencana Pak Gubernur Jawa Barat untuk melakukan kerja sama menghijaukan kembali lahan-lahan PTPN. Kami siap mendukung melalui penanaman kembali dengan pohon dan tanaman khas yang sesuai dengan kondisi kawasan Cikembang,” katanya.
Ia mengatakan penanaman kembali perlu mempertimbangkan kemiringan areal, kondisi tanah, serta kesesuaian jenis tanaman dengan ekosistem setempat agar penghijauan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan.
“Jenis pohon dan tanaman yang ditanam tentunya akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan karakter kawasan. Yang utama adalah bagaimana kawasan ini kembali memiliki tutupan vegetasi yang kuat, beragam, dan sesuai dengan ekosistem setempat,” ujar dia.
Menurut dia, penanaman pohon dapat dipadukan dengan tanaman khas kawasan dan jenis tanaman berkayu lainnya sehingga membentuk vegetasi yang lebih beragam.
Desmanto menjelaskan vegetasi yang sesuai dengan kondisi kawasan dapat membantu menjaga struktur tanah dan meningkatkan daya serap air, selain mengurangi paparan langsung air hujan terhadap permukaan tanah.
“Dengan vegetasi yang lebih beragam, kita berharap fungsi ekologis kawasan dapat semakin kuat. Pohon dan tanaman yang sesuai dengan lingkungan setempat juga akan membantu menjaga tanah dan air, sekaligus membuat kawasan lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti sekitar 900 hektare lahan PTPN di kawasan Cikembang yang selama puluhan tahun dimanfaatkan masyarakat untuk menanam tanaman musiman, terutama sayuran.
Dedi mengatakan budi daya tanaman musiman pada lahan berlereng terbuka berpotensi meningkatkan erosi dan sedimentasi yang berdampak terhadap sungai maupun waduk di kawasan hilir.
Ia menilai pemulihan fungsi lahan tersebut penting sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan hulu Sungai Citarum.
“Apabila terjadi bencana alam, kerugian yang sangat besar juga akan ditanggung masyarakat, baik secara material maupun korban jiwa. Setelah bencana terjadi, diperlukan pula biaya untuk pemulihan, termasuk pengerukan sedimentasi sungai, waduk, atau danau,” ujar dia.
Desmanto menegaskan PTPN I mendukung langkah Pemprov Jawa Barat melalui penghijauan kembali lahan dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola aset negara serta menjaga kawasan agar tetap produktif dan memiliki fungsi ekologis yang kuat.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.