Purbaya tawarkan insentif agar Toyota relokasi produksi ke RI

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menawarkan pemberian insentif agar perusahaan otomotif Toyota merelokasi pusat produk kendaraan dari Thailand ke Indonesia.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur otomotif sekaligus memperluas rantai pasok industri di dalam negeri.

“Kami akan mendukung Toyota juga, tapi bawa manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia. Kami akan memberikan seluruh insentif yang Anda inginkan,” ujar Purbaya dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa.

Selain fasilitas produksi utama, Purbaya juga mendorong Toyota untuk membawa industri pendukungnya ke dalam negeri, mengingat sejumlah bahan dan komponen yang dibutuhkan sektor otomotif, seperti baja, elektronik, dan bahan kimia, masih banyak dipenuhi melalui impor.

Baca juga: TMMIN: Sinergi industri-pendidikan penting bagi pengembangan vokasi

“Jadi, kalau Anda bisa membawa industri pendukung Anda ke sini, saya akan kasih insentif yang cukup atau lebih,” katanya menambahkan.

Menkeu mengatakan industri otomotif nasional saat ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di Indonesia dengan jumlah produksi kendaraan mencapai 2,5 juta per tahun.

Oleh sebab itu, dia memastikan Pemerintah akan memperbaiki iklim investasi secara serius dan menyiapkan insentif yang memadai bagi perusahaan otomotif yang bersedia mengalihkan fasilitas produksinya ke Indonesia.

“Mungkin sebelumnya kami tidak memberikan insentif yang cukup kepada investor asing atau iklim investasinya belum matang. Kami akan memperbaiki iklim investasi dengan serius kali ini,” tutur Purbaya.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.