Pusat perbelanjaan ambruk imbas gempa Kumamoto, puluhan orang terjebak

Tokyo (ANTARA) - Puluhan orang dikabarkan terjebak di bawah reruntuhan sebuah pusat perbelanjaan yang beberapa bagian bangunannya ambruk akibat gempa besar di Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, Selasa, lapor media setempat.

Pada pukul 6 sore waktu setempat (16:00 WIB), dinas pemadam kebakaran menerima sejumlah panggilan darurat yang melaporkan sebuah ledakan yang terjadi di Mall Aeon, dengan asap putih kemudian membumbung dari gedung tersebut, kata FNN TV.

Rekaman dari udara yang disiarkan NHK memperlihatkan sebagian dari tembok luar pusat perbelanjaan tersebut runtuh hingga menyisakan kerangka besinya saja.

Siaran yang sama juga memperlihatkan struktur atap yang runtuh sebagian dan lubang menganga di atap gedung.

Laporan media menyebut tingkat kedua mall tersebut ambruk, sehingga menyebabkan korban terjebak di bawah reruntuhannya. Adapun 200 orang lainnya berhasil menyelamatkan diri ke lapangan parkir terdekat.

Ada laporan korban cedera akibat peristiwa tersebut, ungkap laporan media.

"Saat ini kami tengah mengkonfirmasi situasi yang terjadi. Kami juga masih mengkonfirmasi tingkat kerusakan," kata Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihaka, seperti dikutip NHK.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushi, Jepang barat daya. Kurang dari satu jam kemudian, terjadi gempa susulan bermagnitudo 6,1.

Merespons peristiwa tersebut, pemerintah Jepang langsung mendirikan satuan tugas darurat di bawah pusat penanganan krisis Perdana Menteri Jepang.

Meski dilaporkan terjadi kebakaran serta kerusakan jalan dan rumah-rumah, tidak ada laporan masalah pada sejumlah PLTN yang terletak di lokasi terdampak gempa.

Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka akibat gempa besar tersebut.

Sumber: Sputnik

Baca juga: BMKG: Tidak ada potensi tsunami di RI akibat gempa Kumamoto

Baca juga: Lebih dari 50 orang terluka usai gempa bumi 7,1 magnitudo di Kumamoto

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.