Putin bertemu PM Ethiopia di sela-sela KTT BRICS
Minggu, 13 September 2026 08:44 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan perangko edisi khusus peringatan 2 dekade BRICS pada sesi terbatas bertema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/aa.
New Delhi (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed di sela-sela KTT BRICS di India, lapor koresponden RIA Novosti, Sabtu.
Pemimpin Rusia itu tiba di New Delhi pada Jumat untuk melakukan kunjungan kerja selama tiga hari dan menghadiri rangkaian kegiatan KTT BRICS yang berlangsung di ibu kota India itu pada 12-13 September.
Setelah sesi pertemuan kepala negara BRICS pada Sabtu, Putin mengadakan perundingan bilateral dengan perdana menteri Ethiopia.
"Ethiopia merupakan mitra lama dan terpercaya Rusia di Benua Afrika. Saya senang mencatat bahwa hubungan Rusia-Ethiopia terus berkembang berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan," kata Putin dalam pertemuan tersebut.
Ethiopia memberikan kontribusi konstruktif terhadap kerja sama BRICS, katanya.
Dalam pertemuan itu, Putin mengucapkan selamat kepada Ahmed atas Tahun Baru yang dimulai sehari sebelumnya menurut kalender Ethiopia.
Dia juga mengundang perdana menteri itu untuk menghadiri KTT Rusia-Afrika yang akan digelar di Moskow pada 28-29 Oktober.
Ahmed mencatat perkembangan positif kerja sama Rusia-Ethiopia di bidang perdagangan dan investasi, serta menyampaikan terima kasih atas pemberian beasiswa bagi mahasiswa Ethiopia yang menempuh pendidikan di Rusia.
Kedua negara telah lama menjalin hubungan persahabatan dan secara aktif melakukan kontak politik, kata Penasehat Presiden Rusia Yuri Ushakov sebelumnya.
Pada Kamis, Ushakov mengumumkan bahwa kedua pemimpin akan mengadakan pertemuan yang menarik dan penting bagi kedua pihak.
Putin dan Ahmed diperkirakan akan membahas isu bilateral serta berbagai persoalan internasional terkini, termasuk situasi di Timur Tengah dan terkait Iran, kata Ushakov.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Katriana
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026