PWI Kotim turun ke lokasi karhutla bagikan suplemen untuk petugas

PWI Kotim turun ke lokasi karhutla bagikan suplemen untuk petugas

Jumat, 28 Agustus 2026 07:52 WIB

Image Print

Ketua PWI Kabupaten Kotawaringin Timur, Siti Fauziah membagikan bantuan untuk petugas karhutla di lapangan, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggelar aksi sosial dengan turun ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa bantuan suplemen dan makanan ringan untuk petugas yang sedang berjibaku memadamkan kebakaran.

"Walaupun dengan bantuan yang terbatas, kami berupaya ikut berkontribusi membantu upaya kita bersama dalam menanggulangi karhutla. Saat ini, bantuan ini yang bisa kami berikan," kata Ketua PWI Kotawaringin Timur, Siti Fauziah di Sampit, Kamis sore.

Rombongan PWI Kotawaringin Timur turun ke beberapa titik kebakaran lahan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Ketapang, di antaranya di Jalan Pelita Barat, Bumi Raya, dan Jenderal Sudirman.

Mereka membagikan air mineral, makanan ringan, susu, suplemen dan masker untuk petugas. Bantuan ini merupakan hasil sumbangan mitra kerja serta anggota PWI Kotawaringin Timur.

Turun ke lokasi kebakaran lahan bukan hal baru bagi kalangan wartawan karena selama ini mereka juga turun meliput untuk menyebarkan informasi terkait kondisi terkini karhutla sehingga bisa menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi pengambil kebijakan dan masyarakat.

Namun kali ini, para wartawan turun dengan membawa sedikit bantuan untuk petugas di lapangan. Ini menjadi cara lain bagi PWI Kotawaringin Timur untuk ikut membantu penanganan karhutla yang masih marak di daerah ini.

"Kami tahu dan menyaksikan sendiri bagaimana beratnya perjuangan petugas di lapangan. Jadi, apa yang kita bantu, mari kita bantu. Dalam bentuk apapun. Kalau ada makanan dan minuman, kita antar ke lokasi supaya mereka tetap kuat dan sehat dalam menghadapi situasi ini. Mereka harapan kita," ujar Fauziah seraya mengatakan pemberian bantuan akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

Kehadiran rombongan PWI disambut gembira petugas di lapangan, baik dari Satgas Penanganan Karhutla maupun relawan swadaya masyarakat. Mereka berterima kasih karena PWI turut peduli dan membersamai petugas di lapangan dalam menangani karhutla ini.

Sebagian dari mereka ada yang berjibaku memadamkan api, sebagian lagi terlihat duduk di semak beristirahat sejenak karena kelelahan. Usai istirahat dirasa sudah cukup mengembalikan tenaga, mereka kembali bergantian memadamkan kebakaran lahan gambut.

"Terima kasih kawan-kawan dari PWI turut peduli. Bantuan ini sangat bermanfaat. Selain makanan, menurut kami yang saat ini diperlukan petugas adalah bantuan selang untuk pemadam kebakaran. Banyak yang kekurangan selang karena sebagian sudah rusak terbakar saat memadamkan api," kata Adi Wahyudi, koordinator salah satu kelompok relawan Masyarakat Peduli Api.

Adi Wahyudi bersama rekan-rekannya ditemui sedang memadamkan api di Jalan Bumi Raya Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang. Di sepanjang jalan ini, ada puluhan hektare lahan gambut terbakar di kiri dan kanan jalan.

MPA yang digagas Adi Wahyudi dan kawan-kawan sudah aktif membantu penanganan karhutla di Kotawaringin sejak beberapa tahun lalu. Mereka beroperasi dengan biaya swadaya serta dukungan dari masyarakat.

Mereka memahami betul bahwa penanganan kebakaran lahan gambut tidaklah mudah. Oleh karena itu, tim relawan harus berjibaku dengan api bahkan hingga tengah malam ketika kondisi darurat, khususnya ketika kebakaran hampir menjalar ke perumahan warga.

Kebakaran lahan gambut sulit dipadamkan karena api tidak saja membakar di semak di atas tanah, tetapi juga membakar hingga ke dalam tanah. Hal itu lantaran gambut yang kering tidak ubahnya seperti limbah atau serbuk kayu yang juga mudah terbakar. Untuk itu pemadaman harus berulang-ulang agar air meresap ke dalam tanah sehingga api benar-benar padam.

"Saya menyarankan, efektifkan pembagian tugas. Kalau ada kejadian baru, kerahkan tim dari Dinas Damkar dan BPBD, selanjutnya relawan seperti kami yang menyisir untuk melanjutkan pendinginan hingga api benar-benar padam," demikian Adi Wahyudi.

Baca juga: KSOP Sampit raih penghargaan Kemenkeu atas penyusunan laporan keuangan

Baca juga: Didukung Pemprov Kalteng, Pemkab Kotim perkuat UKPBJ menuju level proaktif

Baca juga: Umat Islam di Kotim berdoa minta hujan untuk padamkan karhutla

Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.