Rahasia Durex Kuasai Pasar Lewat Permainan Kata

Liputan6.com, Jakarta - Di dalam industri kesehatan seksual dan alat kontrasepsi, membicarakan produk secara terbuka kerap berbenturan dengan norma sosial, batasan hukum periklanan, hingga norma kebudayaan yang menganggap topik tersebut sebagai sesuatu yang tabu. Namun Durex, merek di bawah naungan perusahaan barang konsumen multinasional Reckitt, mendobrak dinding tabu tersebut secara elegan.

Alih-alih mengandalkan iklan jualan konvensional yang kaku, Durex mentransformasi dirinya menjadi pelopor edukasi kesehatan seksual global. Melalui kombinasi kejeniusan permainan kata, respons cepat terhadap tren (moment marketing), serta komitmen inovasi selama hampir satu abad, Durex membuktikan bahwa topik yang sensitif dapat diubah menjadi narasi pemasaran yang cerdas, humoris, sekaligus berdampak sosial positif.

Dilansir dari laman resmi Reckitt, Kamis (23/7/2026), kesuksesan Durex merupakan hasil dari konsistensi jangka panjang dalam menjaga kualitas dan relevansi zaman. Perjalanan panjang Durex dimulai sejak tahun 1929 ketika nama Durex pertama kali didaftarkan sebagai akronim dari tiga nilai utamanya, yakni Durability (Daya Tahan), Reliability (Keandalan), dan Excellence (Keunggulan).

Merek ini tercatat menelurkan beragam inovasi, mulai dari meluncurkan kondom pertama yang diuji secara elektronik, memperkenalkan kondom terlubrikasi pertama di dunia, hingga menjadi pelopor kondom non-lateks yang ramah bagi penderita alergi.

Mengutip StartupTalky, Durex membangun posisinya sebagai penguasa pasar global melalui strategi 'Moment Marketing' yang sangat agresif dan reaktif. Melalui strategi ini, Durex tidak menjual ketakutan atau fungsionalitas produk semata, melainkan menjual emosi, keintiman, dan keamanan.

Durex secara konsisten memanfaatkan momentum tren yang sedang viral di media sosial, seperti acara olahraga besar, rilis film populer, hingga isu-isu budaya pop harian, untuk dirangkai menjadi materi iklan yang jenaka namun tetap relevan. Langkah ini membuat percakapan mengenai perlindungan seksual terasa lebih kasual, menyenangkan, dan mudah diterima oleh generasi muda tanpa menghilangkan nilai edukasi kesehatan di dalamnya.