Rekan Indonesia apresiasi program Prabowo perkuat layanan kesehatan

Jakarta (ANTARA) - Rekan Indonesia mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto memperkuat layanan kesehatan melalui renovasi Puskesmas, pembangunan dan revitalisasi rumah sakit, serta penambahan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho menilai program tersebut menjadi langkah positif untuk memperluas pemerataan akses kesehatan, terutama di wilayah yang masih terbatas fasilitas dan tenaga medisnya.

“Ini merupakan langkah positif. Negara mulai mendorong pelayanan kesehatan agar semakin dekat dengan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas dan akses,” kata Agung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dalam Nota Keuangan RAPBN 2027, Presiden Prabowo menyampaikan rencana renovasi 10.000 Puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027 dengan anggaran sekitar Rp4 miliar per Puskesmas.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan atau renovasi 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) hingga 2030.

Agung mengingatkan perbaikan fasilitas harus diikuti ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, dan pelayanan yang memadai.

Baca juga: Prabowo sebut Cek Kesehatan Gratis jangkau 108 juta orang

“Yang harus diperbaiki bukan hanya gedungnya. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, serta sistem pelayanan,” ujarnya.

Di tingkat rumah sakit, pemerintah berencana membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan 20 rumah sakit yang dibangun sejak 2025 disebut telah beroperasi.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan revitalisasi 441 RSUD. Meski demikian, pemerintah menyampaikan kebutuhan tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi di 505 kabupaten/kota, dan 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten/kota.

Agung meminta pembangunan fasilitas kesehatan diikuti kepastian anggaran operasional dan pemeliharaan.

Dalam RAPBN 2027, transfer ke daerah meningkat dari Rp692,9 triliun pada 2026 menjadi Rp725,5 triliun pada 2027.

“Ukuran keberhasilannya bukan berapa banyak Puskesmas yang direnovasi atau RSUD yang dibangun, tetapi apakah masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, berkualitas dan terjangkau,” kata Agung.

Baca juga: Prabowo: Negara tanggung iuran JKN 96,8 juta warga tak mampu

Baca juga: Prabowo: Penerimaan negara Rp10 triliun bisa renovasi 5000 puskesmas

Baca juga: Presiden Prabowo segera perbaiki seluruh puskesmas di Indonesia

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.