Pelantikan tersebut menjadi awal kepengurusan baru PB Percasi dalam menjalankan program pembinaan catur nasional. Sejumlah agenda strategis telah disiapkan untuk meningkatkan prestasi catur Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Usai dilantik, Agustiar Sabran menjelaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan lebih dulu melakukan konsolidasi internal. Langkah itu dilakukan sebelum menjalankan berbagai program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Olahraga catur itu mengutamakan persatuan, di mana setiap gerakan harus selaras dalam mencapai tujuan. Makanya, pada tahap awal, kita akan melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi. Kemudian, kita akan menyusun program jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Agustiar Sabran di Hotel Mulya, Senayan, Jakarta, Senin (27/7/26).
Salah satu program yang menjadi prioritas adalah pengembangan Catur Masuk Sekolah. Program tersebut akan dikembangkan dengan melanjutkan kerja sama yang sebelumnya telah dijalankan PB Percasi bersama BPK Penabur.
https://www.akurat.co/arena/815340/sea-games-skuad-catur-dipangkas-utut-adianto-segera-hadap-menpora-erick-thohir
Menurut Agustiar, BPK Penabur selama ini telah menjadikan catur sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, lembaga pendidikan tersebut juga rutin menggelar kejuaraan catur tingkat SD, SMP, dan SMA, baik nasional maupun internasional.
“Selama ini PB Percasi telah menggandeng BPK Penabur yang menjadikan catur sebagai olahraga ekstrakurikuler. Tidak hanya itu, BPK Penabur juga telah menggelar kompetisi antarpelajar SD, SMP, dan SMA tingkat nasional dan internasional. Makanya, kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang menjadi pemangku kepentingan di sekolah,” ungkapnya.
Selain memperluas pembinaan di lingkungan sekolah, PB Percasi juga menargetkan peningkatan jumlah pecatur Indonesia yang menyandang gelar Grandmaster (GM). Upaya tersebut akan ditempuh melalui penyelenggaraan turnamen internasional berstatus FIDE Rated serta mengirim atlet muda ke berbagai kejuaraan luar negeri untuk meningkatkan elo rating.
“Target jangka panjang kita mencetak Grandmaster lebih banyak untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang single event maupun multievent internasional,” kata Agustiar.
PB Percasi juga berencana memperluas pencarian bibit atlet hingga ke berbagai daerah, tidak hanya berfokus pada kota-kota besar. Di sisi lain, perkembangan catur digital atau catur online turut menjadi perhatian dalam program pembinaan organisasi.
“Catur online juga akan dapat perhatian,” ujar Agustiar.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi atas capaian atlet catur Indonesia dalam sejumlah kejuaraan internasional. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan hasil dari pembinaan yang telah berjalan selama ini.
Ia menyebut Indonesia meraih satu medali emas, dua perak, dan empat perunggu pada SEA Games Thailand 2025. Selain itu, Indonesia juga membukukan empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu pada 9th Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China.
“Prestasi ini menjadi bukti kerja keras para atlet, pelatih, dan jajaran pengurus PB Percasi, Pengprov Percasi, hingga pengurus kabupaten/kota. Dan, KONI Pusat berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan prestasi PB Percasi agar mampu melahirkan atlet-atlet berkelas dunia dan meraih prestasi lebih tinggi pada berbagai kejuaraan internasional,” kata Marciano Norman.
Marciano juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik untuk mendukung peningkatan prestasi catur nasional. Ia meminta PB Percasi terus menjalankan kompetisi secara berjenjang dengan melibatkan sport science dalam proses pembinaan.
“Pembinaan dapat dilakukan mulai dari klub-klub, kabupaten/kota hingga provinsi dengan melibatkan sport science sehingga menghasilkan prestasi berkelanjutan,” tutupnya.