Ribuan ASN di Lombok turun lapangan gotong royong bersihkan sisa kebakaran Kampung Sade - ANTARA News Bali

Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menurunkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) bersama TNI dan Polri untuk penanganan material sisa kebakaran yang menghanguskan Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut.

"Gotong royong ini untuk mendukung proses pemulihan Rumah Adat Sade," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat hadir langsung dalam gotong royong di Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan kegiatan yang melibatkan ribuan ASN, TNI, dan Polri itu sebagai bentuk komitmen mendukung proses pemulihan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran tersebut.

"Ini bentuk sinergitas semua pihak untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sarkin mengatakan sampah yang ditangani merupakan material sisa kebakaran, seperti arang dan pecahan peralatan dapur.

"Intinya sampah yang dibersihkan ini sisa dari kebakaran," katanya.

Ia mengatakan jumlah armada pengangkut sampah yang disiagakan lima unit, sedangkan truk tangki air untuk penyiraman empat unit, baik dari PDAM, Dinas Damkartan, BPBD, serta pihak terkait lainnya.

"Sampah yang dibersihkan ini langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA), karena tidak bisa dipilah, ada beling atau pecahan piring maupun gelas," katanya.

Pada Sabtu (22/8), ratusan bangunan Rumah Adat Sade yang menjadi ikon wisata budaya Lombok ludes dilalap si jago merah.

Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa, namun sejumlah barang berharga milik warga, seperti kain tenun, telepon seluler, emas, serta perabotan rumah tangga ludes terbakar.

Berdasarkan data sementara, jumlah rumah adat yang terbakar 75 unit, bangunan rumah dan toko seni 69 unit dan jumlah warga terdampak mencapai 320 jiwa.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait sedang melakukan proses penanganan maupun pemulihan terhadap para korban.

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.