RSUD La Palaloi Maros Siap Operasikan Cath Lab Bantuan Kemenkes Senilai Rp30 Miliar |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, MAROS, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) La Palaloi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bersiap mengoperasikan Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk menangani pasien jantung. Alat medis mutakhir ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan nilai fantastis, mencapai kurang lebih Rp30 miliar.

Bupati Maros, HA. Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat atas bantuan yang sangat mahal ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran alat tersebut bukanlah sesuatu yang instan, melainkan buah dari komitmen dan perjuangan panjang pemerintah daerah hingga ke tingkat pusat.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Maros mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI atas perhatian dan bantuan luar biasa ini,” ujar Chaidir Syam di Maros, Senin.

Operasional Menunggu Izin dan Pelatihan Tim Medis

Meskipun unit alat medis sudah berada di lokasi, fasilitas canggih ini belum bisa langsung digunakan. Direktur Utama RSUD La Palaloi, dr. Sri Syamsinar Rachmah, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengurus izin pengoperasian dan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

“Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kita sementara pengurusan ijin pengoperasian dan membutuhkan tenaga dokter dan tim medis yang benar-benar terlatih. Oleh karena itu, tim medis kami harus mengikuti pelatihan khusus terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan,” jelasnya.

Demi kelancaran pelayanan, para dokter telah diberikan pelatihan fellowship selama satu tahun di Tiongkok. Sementara itu, tenaga keperawatan saat ini sedang menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Laboratorium ini diperkirakan baru akan beroperasi secara penuh pada akhir tahun ini.

Pangkas Rujukan dan Selamatkan Golden Period

Kehadiran Cath Lab ini dipastikan akan memangkas birokrasi rujukan dan menghemat waktu penanganan pasien darurat (golden period). Selama ini, warga Maros yang membutuhkan tindakan intervensi jantung, seperti pemasangan cincin atau balon, harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar karena keterbatasan alat.

Dengan adanya fasilitas baru ini, warga Kabupaten Maros yang membutuhkan penanganan jantung kini bisa langsung dilayani di daerah sendiri, tepatnya di RSUD La Palaloi. Bupati menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata sinergi untuk memaksimalkan serta mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara