Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.743, Sikap Hawkish The Fed Membayangi

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat, (18/9/2026). Ekonom menuturkan, pergerakan rupiah itu dibayangi sikap hawkish dari the Federal Reserve (the Fed) soal suku bunga.

Mengutip Antara, rupiah terhadap dolar AS naik 10 poin atau 0,06% menjadi 17.743 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya 17.753 per dolar AS.

"The Fed menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 3,75%-4,00% dan memberikan sinyal stance yang hawkish ke depan,” ujar Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, dikutip dari Antara.

Mengutip Xinhua, ringkasan proyeksi ekonomi yang diperbarui oleh para peserta Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga kebijakan akan naik ke kisaran 4% dan 4,25% pada akhir 2026.

Hal ini disebabkan mereka berupaya memerangi inflasi yang terus-menerus didorong oleh guncangan pasokan dan tekanan geopolitik.

The Federal Reserve (the Fed) masih memiliki dua pertemuan lagi yang dijadwalkan pada tahun ini, yakni pada akhir Oktober 2026 dan awal Desember 2026.

Di samping itu, dolar AS juga cenderung stabil seiring meredanya sentimen pasar setelah hasil pertemuan FOMC September 2026. Melihat dari sisi geopolitik, harga minyak mengalami penurunan seiring meningkatnya harapan bahwa Arab Saudi dapat memulihkan kembali aliran energi melalui East-West pipeline.

Anadolu melaporkan Menteri Energi AS Chris Wrigh menyampaikan pipa minyak mentah utama Timur-Barat Arab Saudi diperkirakan kembali beroperasi segera. Saluran pipa tersebut ditutup akhir pekan lalu setelah rusak akibat serangan pesawat tak berawak yang berasal dari Irak.

Riyadh telah menggunakan pipa tersebut untuk mengalihkan ekspor minyak mentah ke Laut Merah di tengah perebutan kendali AS-Iran di Selat Hormuz.

Meskipun jalur pipa tersebut masih sedang ditutup untuk sementara waktu, Arab Saudi mengalihkan rute beberapa pengiriman minyak melalui Hormuz dengan dukungan dari militer AS, menurut Wright.

“Hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.700–Rp 17.850 per dolar AS,” kata Josua.