Saling menguntungkan, Kaltara ajak Jatim bangun perdagangan dua arah

Saling menguntungkan, Kaltara ajak Jatim bangun perdagangan dua arah

Selasa, 8 September 2026 21:38 WIB

Image Print

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyaksikan para pelaku usaha Kaltara-Jatim membuat kesepakatan bisnis dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Kaltara, Selasa (8/9/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tarakan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak Pemprov Jawa Timur (Jatim) membangun perdagangan dua arah yang saling menguntungkan.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang di hadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Kaltara dan Jatim yang diselenggarakan di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Kaltara, Selasa.

“Mari kita bangun perdagangan dua arah yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme),” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Dikatakan Zainal, kekuatan produksi Jatim dapat memenuhi kebutuhan Kaltara, sementara potensi sumber daya Kaltara juga memperoleh akses pasar yang lebih luas di Jawa Timur.

Karena itu, dalam kegiatan yang dihadiri oleh pelaku usaha dan asosiasi perdagangan beserta jajaran Pemprov Jatim dan Kaltara tersebut, Gubernur Zainal juga mengajak agar mengoptimalkan arus balik tol laut rute Surabaya–Tarakan.

“Jangan sampai kapal yang membawa kebutuhan pokok dari Pulau Jawa ke Kalimantan, kembali lagi ke Jawa tanpa muatan yang optimal,” katanya.

Adapun komoditas unggulan yang dimiliki Kaltara, sebutnya dia, yaitu kepiting bakau, kepiting soka, udang windu, rumput laut, sawit, kakao, kopi, lada, kelapa, kayu legal, hingga rotan murai dan komoditas lainnya.

“Mari kita isi dengan komoditas unggulan Kaltara yang memiliki daya simpan dan nilai ekonomi tinggi, sekaligus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar biaya logistik dua arah dapat ditekan seminimal mungkin,” kata Zainal.

Gubernur Kaltara juga mengajak para investor dan dunia usaha Jatim untuk menangkap peluang investasi di kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi beserta berbagai sektor pendukungnya.

“Dengan memadukan kekuatan industri manufaktur Jatim dan potensi energi hijau serta sumber daya Kaltara, kita memiliki peluang emas untuk membangun rantai pasok dan ekosistem industri yang saling memperkuat,” ucapnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ia datang ke Kaltara dalam rangka memperkuat sinergi antara pelaku usaha, asosiasi perdagangan, serta Pemprov Jatim dan Kaltara untuk menindaklanjuti berbagai potensi perdagangan antardaerah.

“Penguatan sinergi ini tidak hanya berkaitan dengan perluasan pasar, tetapi juga peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Khofifah berharap kesepakatan bisnis yang berhasil disepakati oleh para pelaku usaha dan juga pemerintah kedua provinsi ini dapat meningkatkan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.
Baca juga: Pemprov Kaltara bantu pelaku usaha galian C penuhi syarat perizinan
Baca juga: Kaltara bentuk tim kajian sumber pendapatan baru untuk tingkatkan PAD

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.