Satgas MBG tutup sementara 1 SPPG di Tanjungpinang
Jumat, 18 September 2026 17:02 WIB
Ketua Satgas MBG Provinsi Kepri Nyanyang Haris Pratamura panen hasil pertanian di Kabupaten Bintan, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), setelah ditemukan sejumlah persyaratan operasional yang belum memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Penutupan dilakukan menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ketua Satgas MBG yang sekaligus Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura ke SPPG tersebut.
"Dari hasil sidak di lapangan, kami temukan persoalan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk SPPG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan," kata Nyanyang di Tanjungpinang, Jumat.
Menurut Nyanyang, SLHS merupakan salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi sebelum SPPG menjalankan kegiatan operasional.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan standar higiene dan sanitasi dalam penyediaan makanan untuk program MBG.
Ia menyebut Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Riau dan Kepri juga telah menginstruksikan agar SPPG yang belum memenuhi persyaratan agar ditutup sementara.
Selain persoalan IPAL dan SLHS, Nyanyang turut menyoroti sumber air yang digunakan untuk pengolahan bahan baku MBG di SPPG Senggarang yang tidak memenuhi standar kesehatan BGN.
Ia menekankan setiap pengelola dapur MBG harus memastikan sumber air yang digunakan jelas serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
"Di SPPG Senggarang, air diisi dalam tangki tapi tak tau asalnya dari mana. Sumbernya harus jelas, apakah dari sumur bor atau lainnya," ujar dia.
Ia menambahkan kepatuhan terhadap standar operasional dapur SPPG menjadi bagian penting guna memastikan MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat tetap aman dan memenuhi kualitas yang ditetapkan.
"Karena ini adalah untuk keberlangsungan anak-anak kita semuanya. Jangan sampai nanti program ini berjalan terus, tetapi tidak maksimal," demikian Nyanyang.
Baca juga: Bintan Resorts ajak masyarakat jaga kelestarian pesisir melalui aksi bersih pantai
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.