Satgas Pangan Polda Jatim usut penjualan beras premium di atas HET - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Satuan Tugas Pangan Kepolisian Daerah Jawa Timur mengusut penjualan beras premium di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditemukan saat inspeksi mendadak di Pasar Pucang, Surabaya, Senin.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim sekaligus Kepala Satgas Pangan Jatim Kombes Pol. Dodi Ruyatman mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memvalidasi kondisi pasokan pangan, khususnya beras premium, di tingkat pasar.

"Satgas Pangan turun bersama untuk mengecek suplai beras, terutama varian premium. Kami mengonfirmasi adanya informasi mengenai kelangkaan dan tingginya harga beras premium di pasar," ujar Dodi di sela-sela inspeksi.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok beras premium di Pasar Pucang relatif aman dan tersedia. Sejumlah merek masih dijual sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.

Namun, petugas menemukan beberapa merek beras premium yang dijual dengan harga di atas HET.

Dodi mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim akan mendalami rantai pasok beras tersebut untuk mengetahui penyebab kenaikan harga hingga di tingkat pedagang.

"Kami akan menelusuri dari mana asal pasokan beras yang dijual di atas HET ini. Kita harus tahu rantai distribusinya hingga harganya bisa melonjak di tingkat pedagang," katanya.

Selain memantau harga, Satgas Pangan Jatim memperketat pengawasan untuk mengantisipasi praktik kecurangan dan spekulasi dalam perdagangan beras.

Salah satu modus yang diwaspadai adalah pengoplosan atau pengemasan ulang beras medium menggunakan kemasan beras premium untuk memperoleh keuntungan lebih besar.

"Kami memonitor ketat potensi perilaku menyimpang dari oknum pengusaha. Misalnya, memanipulasi beras medium menjadi kemasan beras premium. Namun, khusus di Pasar Pucang hari ini, kami belum menemukan indikasi kecurangan tersebut. Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala," ujar Dodi.

Selain beras, tim gabungan juga memastikan ketersediaan minyak goreng Minyakita di tingkat hilir. Harga dari Perum Bulog tercatat Rp15.700 untuk menjaga keterjangkauan masyarakat.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.