Scaloni: Duel Argentina vs Inggris sebatas laga sepak bola

Scaloni: Duel Argentina vs Inggris sebatas laga sepak bola

Senin, 13 Juli 2026 06:43 WIB

Image Print

Arsip foto - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers jelang pertandingan persahabatan melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (18/6/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU/pri.

Jakarta (ANTARA) - Juru taktik tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa pertemuan akbar negaranya dengan Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2026 murni sebatas laga sepak bola biasa. Ia menepis anggapan bahwa duel klasik tersebut sarat dengan tensi rivalitas non-teknis maupun konflik politik masa lalu.

Scaloni memilih fokus pada aspek olahraga dan perburuan tiket menuju partai final, alih-alih larut dalam drama sejarah panjang kedua negara di luar lapangan.

"Ini pertandingan sepak bola. Kita akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hargai dan kagumi," ungkap Scaloni tegas seperti dikutip dari The Guardian, Senin (13/7).

Sesuai jadwal, Argentina bakal menantang Inggris pada babak semifinal di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Albiceleste melaju ke empat besar usai mendepak Swiss 3-1 via babak tambahan waktu, sementara The Three Lions lolos setelah menyudahi perlawanan Norwegia 2-1.

Sejarah Panjang dan Isu Malvinas

Pertemuan kedua raksasa ini memang selalu menyedot perhatian dunia karena memiliki benang merah sejarah yang sangat tebal di panggung Piala Dunia. Inggris sempat menundukkan Argentina pada perempat final edisi 1966. Argentina kemudian membalasnya pada perempat final 1986 melalui laga legendaris yang diwarnai gol "Tangan Tuhan" serta Solo Run magis Diego Maradona.

Rivalitas berlanjut pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 yang dimenangi Argentina lewat adu penalti, sebelum akhirnya Inggris membalas dendam 1-0 di fase grup Piala Dunia 2002 silam berkat eksekusi penalti David Beckham.

Di luar urusan si kulit bundar, tensi kedua negara kerap memanas jika dikaitkan dengan konflik militer Kepulauan Falkland atau Malvinas yang terjadi pada tahun 1982. Isu sensitif ini bahkan kembali mencuat sepanjang turnamen setelah sejumlah suporter dan penggawa Argentina kedapatan menyanyikan yel-yel yang menyinggung Malvinas, Maradona, dan Lionel Messi.

Meskipun atmosfer di luar lapangan tampak memanas, penyerang Argentina Jose Manuel Lopez memastikan bahwa skuad La Albiceleste akan bersikap profesional penuh demi mengamankan kemenangan secara sportif.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," katanya.

"Namun, kami profesional. Kami akan memainkannya seperti yang kami mainkan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan malam ini, memberikan segalanya," ujar Lopez menambahkan.

Argentina tiba di Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan dan melaju hingga semifinal melewati sejumlah pertandingan yang sarat kontroversi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Scaloni anggap Inggris-Argentina di semifinal sebatas laga sepak bola

Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.