Scaloni: Messi Bebas Ambil Penalti Kapan Pun
Messi memang gagal mengeksekusi dua penalti saat menghadapi Mesir dan Austria. Namun, hal itu tidak membuat staf pelatih mempertimbangkan pergantian algojo.
Scaloni menegaskan keputusan untuk mengambil penalti sepenuhnya berada di tangan Messi.
"Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk mengatakan kepadanya agar tidak mengambil penalti berikutnya. Biarkan dia melakukan apa pun yang dia inginkan di lapangan. Kami punya pemain lain yang bisa mengambil penalti, tetapi jika Leo ingin melakukannya, tentu dia yang akan mengambilnya," kata Scaloni.
Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, pengalaman dan kualitas Messi membuatnya tetap menjadi sosok paling tepat untuk mengambil momen-momen penting dalam pertandingan.
Messi Tetap Bersinar di Piala Dunia 2026
Meski dua kali gagal dari titik penalti, performa Messi sepanjang turnamen tetap luar biasa.
Penyerang Inter Miami tersebut telah mengoleksi delapan gol dalam lima pertandingan, hanya terpaut dari penyerang Prancis Kylian Mbappe dalam persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Messi juga baru saja mencatat rekor sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan torehan 21 gol, setelah menyumbang satu gol dan satu assist saat Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar.
Scaloni Sebut Messi Masih Seperti Mesin
Scaloni juga membantah anggapan bahwa usia 39 tahun mulai memengaruhi performa Messi.
Menurutnya, sang kapten tetap menunjukkan kondisi fisik yang impresif setelah menjalani program latihan khusus usai pulih dari cedera otot sebelum turnamen dimulai.
"Leo berlari kurang lebih sama di setiap pertandingan. Memang benar dia menjalani latihan khusus bersama pelatih kebugarannya dan hasilnya terlihat, tetapi secara statistik saya rasa tidak banyak berubah," ujar Scaloni.
Ia menilai kemampuan Messi untuk mengubah jalannya pertandingan masih menjadi pembeda terbesar yang dimiliki Argentina.
"Yang jelas, dia memberikan segalanya. Ketika dia mengeluarkan seluruh kemampuannya dan merasa bisa menciptakan ancaman, dia seperti sebuah mesin," katanya.
Yakin Messi Tetap Jadi yang Terbaik
Scaloni mengaku tidak pernah terkejut melihat performa Messi yang tetap konsisten di usia 39 tahun.
Menurutnya, hanya orang yang tidak mengenal karakter Messi yang mengira kualitas sang kapten akan menurun karena faktor usia.
"Mungkin ada yang berpikir pada usia 39 tahun dia tidak akan bermain di level seperti ini. Tapi saya sudah sering mengatakan, selama dia masih ingin bermain, dia akan tetap menjadi pemain terbaik di dunia. Saya mengatakan itu bukan karena saya pelatihnya," tegas Scaloni.
Argentina Waspadai Perlawanan Swiss
Di luar sorotan terhadap Messi, Scaloni mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan Swiss yang akan menjadi lawan Argentina di babak perempat final.
Menurutnya, keberhasilan Swiss menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti hingga mencapai delapan besar untuk pertama kalinya dalam 72 tahun menunjukkan kualitas tim Eropa tersebut.
"Tidak ada lawan yang mudah. Swiss adalah tim yang sangat bagus, selalu mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Mereka memiliki pemain berpengalaman, kuat secara fisik, dan memiliki tradisi di Piala Dunia," ujar Scaloni.
Apabila mampu melewati Swiss, Argentina akan menghadapi pemenang laga Inggris kontra Norwegia pada babak semifinal.
Sumber: Aljazeera