Bagikan:
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku baru mengetahui kondisi SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 yang bangunannya ambruk sejak November 2024 dan belum juga diperbaiki.
Menurutnya, terbengkalainya bangunan sekolah selama sekitar satu setengah tahun menjadi persoalan serius yang mencoreng penyelenggaraan layanan pendidikan di Jakarta.
"Yang jelas bagi Jakarta, terutama bagi saya pribadi, pendidikan yang kemudian seperti itu benar-benar menampar muka saya lah gitu," kata Pramono di Jakarta Utara, Kamis, 23 Juli.
Pramono mengakui informasi mengenai kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 baru ia terima baru-baru ini. Namun setelah mengetahui persoalan tersebut, ia langsung meminta pembahasan dilakukan agar perbaikan segera diputuskan.
"Makanya saya segera mengambil keputusan dan kalau saya bilang saya nggak tahu, memang jujur saya nggak tahu, baru tahu kemarin," ujar Pramono.
Pramono memastikan Pemprov DKI langsung menggelar rapat untuk menentukan langkah percepatan pembangunan kembali sekolah tersebut. Ia juga menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat.
Menurut dia, rapat mengenai penanganan sekolah itu telah dilakukan dan kembali dilanjutkan untuk memfinalisasi keputusan. Setelah meninjau lokasi, Pemprov DKI akan segera memulai proses perbaikannya.
"Kebetulan kemarin kami sudah rapatkan dan hari ini dirapatkan kembali untuk diputuskan. Besok saya akan melakukan kunjungan ke lapangan. Tetapi segera akan kita lakukan perbaikan," ucapnya.
Pramono mengatakan pembangunan sekolah tidak akan menunggu pembahasan anggaran di APBD maupun APBD Perubahan. Ia telah menginstruksikan jajarannya mencari sumber pembiayaan yang memungkinkan agar proyek bisa segera berjalan.
"Untuk hal yang berkaitan dengan pendidikan di SD Negeri 9 Kebayoran Lama, saya sudah memerintahkan walaupun anggarannya belum ada di APBD atau APBD Perubahan, kita bisa menggunakan dana-dana yang ada salah satunya KLB (koefisien lantai bangunan) dan sebagainya," ucap Pramono.
"Intinya adalah pendidikan bagi saya pendidikan, kesehatan, dan sosial itu bagi saya adalah hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki di Jakarta," tambahnya.
Sebagai informasi, sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada 27 November 2024. Berdasarkan rekomendasi teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, bangunan sekolah dinyatakan mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sehari setelah kejadian, sebanyak 270 siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan sistem dua shift agar seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+