Malang Raya (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro, Kabupaten Lumajang dampak kebakaran hutan di Blok Bantengan.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, mengatakan keputusan menutup beberapa akses ke Bromo guna memaksimalkan upaya pemadaman api dan memastikan aspek keselamatan seluruh wisatawan.
"Untuk kelancaran upaya pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup untuk pengunjung," kata Rudi.
Penutupan tiga akses tersebut dilakukan per hari ini pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Balai Besar TNBTS, kebakaran hutan di Blok Bantengan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Rudi menyampaikan masyarakat masih bisa mengakses kawasan Gunung Bromo melalui sejumlah pintu masuk lainnya, yaitu dari Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.
Meski demikian, para pengunjung hanya bisa mengakses kawasan wisata itu hingga area Lautan Pasir dan tidak diperkenankan bergerak ke wilayah Savana.
Ia mengimbau seluruh masyarakat, wisatawan, maupun pelaku jasa wisata agar menjaga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan melaksanakan aktivitas sesuai aturan berlaku.
"Memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama," ujarnya.
Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengatakan masih belum bisa memastikan berapa luas area di Blok Bantengan yang terbakar.
"Masih belum ada, saat ini tim masih fokus proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, ada tim yang melakukan pengukuran untuk mengetahui luas area terdampak," tutur Endrip.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.