Sebanyak 207.000 warga Sulteng telah menerima manfaat program BERANI Sehat
Kamis, 1 Oktober 2026 10:31 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido. (ANTARA/Moh Ridwan)
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengatakan sebanyak 207.000 warga di daerah itu telah mendapat tanggungan pembiayaan kesehatan melalui program BERANI Sehat sejak diluncurkan pada 2025.
"Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido di Palu, Kamis.
Ia mengemukakan program BERANI Sehat dirancang untuk memperluas cakupan pembiayaan kesehatan masyarakat di 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah.
Dalam kurun waktu setahun program itu bisa menjangkau ratusan ribu orang di provinsi itu, dengan harapan BERANI Sehat dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan kepada masyarakat di sektor kesehatan yang adil, merata dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan penyelenggaraan salah satu program prioritas Pemprov Sulteng di bidang kesehatan, sepenuhnya dibiayai oleh daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp121 miliar pada periode anggaran 2025 hingga 2026.
"Pembiayaan program dilakukan melalui skema penanggungan bersama pemerintah kabupaten/kota, sedangkan anggaran khusus BERANI Sehat bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah," ujarnya.
Ia menjelaskan program itu juga bagian dari upaya pemda meningkatkan cakupan layanan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).
Kemudian Pemprov Sulteng dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama-sama melakukan pemantauan pelayanan yang diberikan kepada penerima manfaat melalui sistem pelayanan BPJS Kesehatan dan kanal sistem elektronik kesehatan terintegrasi (Sehati).
Dari pengawasan penggunaan anggaran dan ketetapan program, kata dia, pemda melakukan evaluasi secara berkala, guna memastikan pembiayaan kesehatan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi ketentuan sebagai penerima manfaat.
"Evaluasi dilakukan berkala termasuk rekonsiliasi data bulanan. Contohnya jika ada pasien yang meninggal dunia atau berpindah domisili, datanya langsung diperbarui supaya pembiayaan tepat sasaran," tutur Reny.
Ia menambahkan BERANI Sehat juga menjadi solusi berbagai kendala finansial dalam urusan berobat baik warga yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, maupun mereka yang memiliki tunggakan iuran BPJS, termasuk menanggung biaya perawatan, obat-obatan, hingga penanganan medis tambahan yang dibutuhkan.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026