Sebanyak 30 dokter puskesmas Gorontalo dilatih ANC dan USG dasar - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 30 orang dokter puskesmas di Provinsi Gorontalo, dilatih tentang pelayanan Antenatal Care (ANC) dan penggunaan USG dasar obstetri terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S Napu di Kota Gorontalo, Senin mengatakan pelatihan yang berlangsung selama enam hari tersebut, diikuti 30 dokter umum dari puskesmas se Gorontalo.

Kegiatan dilaksanakan melalui metode blended learning, yang memadukan pembelajaran teori dengan praktik klinis dan on the job training (OJT).

Anang mengatakan peningkatan kompetensi dokter puskesmas dalam pelayanan ANC dan penggunaan USG dasar, menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak tingkat primer.

“Pelatihan ini harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan di puskesmas. Kemampuan melakukan ANC yang berkualitas dan memanfaatkan USG dasar obstetri secara tepat, membantu tenaga kesehatan mengenali faktor risiko serta komplikasi kehamilan lebih dini,” kata Anang.

Menurutnya deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan primer memiliki peran penting dalam mencegah keterlambatan penanganan maupun rujukan.

Pemeriksaan ANC yang berkualitas dengan dukungan USG, dapat membantu dokter menentukan usia kehamilan, mengonfirmasi letak janin, menilai pertumbuhan janin, serta mengenali penyulit obstetri lebih awal.

Anang juga mendorong para peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan di wilayah kerja masing-masing.

“Saya berharap setelah kembali ke puskesmas, para peserta tidak berhenti pada capaian pelatihan, tetapi benar-benar mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh. Kita ingin memperkuat fungsi skrining di tingkat pelayanan primer, sehingga rujukan dapat dilakukan secara tepat waktu dan pelayanan ibu dan bayi semakin berkualitas,” katanya.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo memperluas cakupan dokter puskesmas, yang memiliki kompetensi penggunaan USG dasar obstetri terbatas.

Berdasarkan data Dinkes P2KB, dari 150 dokter yang bertugas di seluruh puskesmas di Provinsi Gorontalo, sebanyak 80 dokter telah mendapatkan pelatihan USG, dengan dukungan 94 unit perangkat USG yang tersebar di puskesmas.

Anang menyebut masih terdapat 70 dokter puskesmas yang belum mendapatkan pelatihan USG.

Oleh karena itu, pelatihan secara bertahap diarahkan untuk mendukung target cakupan 100 persen dokter puskesmas terlatih di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, evaluasi penyelenggaraan menunjukkan respon positif dari peserta.

Evaluasi pembelajaran mencatat skor rata-rata 4,87 dari lima dengan predikat Bagus Sekali.

Evaluasi terhadap fasilitator juga memperoleh rata-rata skor 4,87 dengan predikat yang sama, dimana fasilitator berasal dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) wilayah Gorontalo.

Dari hasil evaluasi peserta, sejumlah dokter juga mendapat penghargaan atas capaian selama pelatihan.

Faizal A Abdul Razak dari puskesmas Marisa meraih peringkat terbaik pertama, disusul Rinaldi Nadjil dari puskesmas Bongomeme sebagai terbaik kedua dan Sofyan Huntoyungo dari puskesmas Tilamuta sebagai terbaik ketiga.

Pelatihan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas, sekaligus mendukung upaya Provinsi Gorontalo menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, melalui deteksi dan penanganan risiko kehamilan  lebih dini.

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.