Solok (ANTARA) - Sebanyak 61 siswa berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat mulai mengikuti pendidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya sebagai bagian dari program pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Desmalia Ramadanur di Solok, Sabtu, mengatakan 182 calon siswa terdata dalam tahap awal. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke rumah calon peserta pada 15-19 Juni 2026 untuk memastikan mereka memenuhi kriteria program.
"Seleksi dilakukan secara cermat agar program ini benar-benar tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan," katanya.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama yang memadukan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Dia menjelaskan hasil rapat pleno tim seleksi menetapkan 61 peserta didik yang berhak mengikuti pendidikan di SRT 3 Dharmasraya pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan Sekolah Rakyat salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 182 orang, sedangkan kapasitas penerimaan tahun ini baru mampu menampung 61 peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah itu selesai pada 2027 sehingga peserta didik berasal dari Kabupaten Solok dapat menempuh pendidikan di daerah sendiri, tanpa harus dikirim ke luar daerah.
Pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana, revitalisasi sekolah, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat guna memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di Kabupaten Solok.
Sebanyak 61 peserta didik tersebut telah diberangkatkan untuk memulai pendidikan di SRT 3 Dharmasraya sebagai angkatan pertama berasal dari Kabupaten Solok dalam program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan peserta didik tersebut hasil seleksi Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilakukan secara terpadu melalui pendataan, verifikasi, dan validasi bersama Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta instansi terkait.